Abdurrahman Abdul Khaliq Hizbiyah dan Kesesatan yang Diwariskannya (Bagian Pertama)

Bagikan :

Abdurrahman Abdul Khaliq

Hizbiyah Dan Kesesatan Yang Diwariskannya

(Bagian Pertama)

Nama Abdurrahman Abdul Khaliq (disingkat AAK) sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan kita, dialah pembesar sekaligus pendiri Yayasan Ihyaut Turats al-Islami (disingkat IT) di negara Kuwait. Sebagaimana pendirinya, yayasan ini juga sudah cukup dikenal di banyak kalangan di Indonesia. Dengan bermodalkan dana infaq, zakat, shadaqah, dan wakaf yang berhasil mereka himpun dari berbagai kalangan, yayasan ini mampu memecah belah barisan umat, sekaligus menyebarkan berbagai penyimpangan manhaj dan aqidah di berbagai negara, yang diantara penyimpangannya adalah ideologi Takfir (pengkafiran) terhadap umat Islam dan pemerintah-pemerintahnya.

AAK dan IT adalah dua hal yang tak terpisahkan, bagaikan dua sisi gambar pada satu mata uang.

Kenapa Topik AAK dan IT diangkat kembali hari-hari ini?

 Sengaja kami tampilkan kembali topik ini karena beberapa sebab, antara lain:

  1.  Berbagai penyimpangan AAK dan IT hingga hari ini masih terus tersebar di berbagai kalangan.
  2. Saat kematian AAK beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Selasa tanggal 11 Shafar 1442 H / 29 September 2020, bermunculan berbagai pujian untuk AAK dari para pengagumnya.
  3. Tentu kondisi di atas, baik pada poin a maupun b, akan menyebabkan tidak sedikit pihak yang terpengaruh atau larut dalam berbagai kemungkaran manhaj atau aqidah yang diwariskan oleh AAK maupun IT sebagai lembaga yang dirintisnya.
  4. Tidak kalah pentingnya, beberapa hari menjelang kematiannya, AAK masih menulis beberapa artikel singkat yang menunjukkan bahwa dia masih tetap menyerang Ahlus Sunnah dan tetap mempertahankan aqidah atau prinsip takfir yang dianutnya. Tak bisa dielakkan lagi, bermula dari prinsipnya yang bid’ah ini, lahirlah beragam tindakan teror, bermunculannya kaum teroris, dan tumbuh suburnya paham terorisme di tengah-tengah umat Islam.

Maka dengan berbagai sebab di atas, dan demi:

  1. Menjalankan kewajiban amar makruf dan nahi mungkar yang Allah Subhanahu Wata’ala perintahkan dalam ayat-Nya,

{ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ }

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Ali ‘Imran: 104]

  1. Berharap meraih salah satu keutamaan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam di atas umat-umat yang lain, sebagaimana firman Allah,

{ كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ }

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” [Ali Imran: 110]

  1. Menjalankan syariat amar makruf nahi mungkar yang mulia, yang apabila diabaikan dan tidak segera diamalkan oleh umat ini, dengan kata lain berbagai kemungkaran dan penyimpangan tersebut dibiarkan terus terjadi, terkhusus jika kemungkaran tersebut dalam bidang aqidah dan manhaj, maka akibatnya akan terancam dengan laknat Allah Subhanahu Wata’ala yang membahayakan nasib umat ini, sebagaimana firman-Nya,

{ لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ – كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ }

“Telah terlaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [Al-Maidah: 78-79]

  1. Harapan untuk terhindar dari ancaman yang membahayakan keselamatan iman dan nasib kami, saat kami diam dan tidak melakukan ingkar terhadap kemungkaran yang terjadi, sebagaimana sabda Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا

“Allah melaknat orang yang melindungi pelaku dosa (kejahatan/bid’ah).” [HR. Muslim]

  1. Ketidakrelaan kami sebagai seorang muslim, ketika sebuah keburukan, -apapun bentuknya-, menimpa saudara seiman, sebagaimana kami pun tidak rela apabila keburukan tersebut menimpa diri kami sendiri. Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنَ الْخَيْرِ

“Sungguh tidaklah beriman salah seorang diantara kalian hingga dia menginginkan kebaikan untuk saudaranya, sebagaimana dia menginginkan hal itu untuk dirinya sendiri.” [HR. An-Nasa’i]

Atas dasar itu, melalui tulisan ini kami menginginkan kebaikan untuk saudara-saudara kami, berupa keselamatan mereka dari bahaya berbagai pola pikir/manhaj AAK dan IT yang menyimpang dari bimbingan al-Quran, as-Sunnah, serta manhaj salaf.

Melalui tulisan ini pula, kami mencoba menjelaskan kemungkaran aqidah AAK yang masih beredar melalui beberapa karya tulisnya atau audio rekaman ceramahnya, dan terus dipublikasikan oleh IT atau simpatisan-simpatisannya, agar saudara-saudara kami seiman selamat darinya, serta meraih kebaikan untuk iman dan aqidah mereka.

  1. Harapan besar dari kami melalui tulisan ini, akan dapat mengurangi beban dosa dan tanggung jawab yang bersangkutan di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala pada hari kiamat nanti, akibat dari banyaknya jumlah orang-orang yang mengikuti jejak kesesatannya, sebagaimana sabda Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barang siapa yang menempuh (melakukan) jalan (perbuatan) jelek dalam Islam, maka dia akan menanggung beban dosanya dan beban dosa orang-orang yang mengikuti (jejak)nya tanpa berkurang sedikitpun dari beban dosa mereka (yang akan ditimpakan kepadanya).” [HR. Muslim]

Semoga dengan berbagai alasan di atas, saudara-saudara kita yang masih mengagumi dan simpati kepada AAK atau IT bisa memahami dengan baik tujuan ditampilkannya kembali penjelasan tentang berbagai penyimpangan AAK dan IT ini, serta dapat menyikapinya dengan bimbingan ilmu dan fakta terkait.

Bersambung in syaa Allah…


Baca: Abdurrahman Abdul Khaliq Hizbiyah dan Kesesatan yang Diwariskannya (Bagian Kedua)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *