Aksi Terorisme Dewasa Ini dan Latar Belakangnya

Bagikan :

Di zaman ini, umat Islam bahkan dunia secara umum, dikejutkan dengan maraknya aksi-aksi terorisme. Peledakan terjadi di mana-mana. Di antara yang cukup spektakuler adalah aksi attack terhadap WTC dan Pentagon AS, 11 September 2001.

Kemudian setelah itu muncullah sosok Usamah bin Laden dengan Al-Qaeda-nya yang disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggungjawab atas aksi tersebut. Nama Usamah bin Laden dengan ‘resolusi jihad’ melawan AS yang dikumandangkannya, menjadi tenar di dunia internasional. Yang kemudian dijawab oleh AS dengan pencanangan perang melawan terorisme secara internasional, yang ujungnya dijadikan alat baru oleh AS dalam penentuan kebijakan politik terhadap negara-negara berkembang.

Aksi Terorisme di Indonesia

Di nusantara pun, bom dan peledakan tak kalah marak. Di antaranya yang menjadi heboh dan menggegerkan serta menjadi berita besar adalah ledakan bom 12 Oktober 2002 di Legian Bali. Tak kurang 203 orang meninggal dunia dan ratusan mengalami cidera dan cacat.

Ledakan bom berkekuatan tinggi juga terjadi pada 5 Agustus 2003 di Hotel JW Marriott.

Disusul kemudian pada tanggal 9 September 2004 meledak pula bom di depan Kedutaan Besar Australia.

Dan berbagai aksi terorisme lainnya yang semuanya mengakibatkan Tertumpanya darah orang-orang yang tidak dibenarkan secara syar’i untuk dibunuh. Bahkan muslimin pun ikut menjadi korban!

Hingga hari ini, kaum teroris khawarij masih menjadi ancaman dan bahaya laten yang harus diwaspadai.

Latar Belakang Aksi Terorisme

Aksi Terorisme yang terjadi, tidak lepas dari aqidah dan ideologi sesat khawarij yang ternyata tumbuh dan berkembang subur di kalangan para aktivis Islam, yang aktivitas dan pengamalan agamanya hanya dilandasi semangat dan emosi saja, tanpa ilmu yang benar yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana yang dipahami dan diamalkan oleh para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diawali dari sikap yang membabi buta dan tanpa ilmu, muncullah sikap ekstrim di dalam menyikapi kemungkaran. Yang paling menonjol adalah dengan mudahnya mereka menjatuhkan vonis kafir terhadap pemerintah muslimin. Orang-orang yang tidak mau mengkafirkan  pemerintah yang telah mereka vonis kafir tersebut, juga ikut mereka kafirkan.

Karena kafir, maka segala aksi penentangan, teror, dan pemberontakan terhadap pemerintah tersebut menurut mereka hukumnya boleh, sah, dan halal, bahkan wajib. Yang itu semua mereka labeli dengan jihad fi Sabilillah.

Sikap ekstrim mereka yang lainnya adalah kebencian dan permusuhan terhadap orang-orang kafir yang tidak didasari ilmu. Mereka menyatakan bahwa saat ini adalah perang global antara Islam vs kafir. Semua jenis orang kafir itu sah dan wajib untuk diperangi. Halal dan wajib untuk mengobarkan peperangan melawan orang kafir di manapun dan kapanpun. Semua orang Islam harus dan wajib untuk melakukan ini. Maka segala aksi pengeboman dan peledakan tempat-tempat umum, tempat-tempat hiburan, tempat-tempat ibadah, ..dll dengan sasaran orang kafir adalah sah dan halal. Segala aksi peledakan dan pengrusakan tempat ibadah adalah sah dan halal. Segala aksi teror terhadap orang-orang dan kepentingan-kepentingan asing (kafir) adalah sah dan halal.

Sekali lagi, aksi teror mereka ini mereka labeli dengan jihad. Bahkan lebih dari itu, mereka yakini inilah solusi dari problematika kelemahan, kemunduran, dan kekalahan umat Islam selama ini.

Sumber: MEREKA ADALAH TERORIS, karya Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet. ke-2, hal. 61-62, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian.

 273 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *