Kejayaan Umat Diraih Dengan Iman, Amal Shalih, Menerapkan Tauhid, dan Meninggalkan Syirik

Bagikan :

Pantas dicatat dengan tinta emas, masa-masa gemilang dan kejayaan kaum muslimin pada kurun terdahulu. Bagaimana Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kemuliaan kepada mereka hingga musuh-musuh dari kalangan kuffar sangat takut dan bertekuk lutut di hadapan kaum muslimin kala itu. Sampai-sampai dinyatakan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa kaum kafirin itu sudah amat takut ketika mendengar kaum muslimin akan mendatangi mereka, padahal kaum muslimin belum datang, bahkan masih jauh, sejauh perjalanan satu bulan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أُعْطِيْتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي : نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ …

“Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang (Nabi)pun sebelumku: [Pertama], Aku ditolong dengan (ditanamkannya) rasa takut di hati-hati musuhku walaupun jarak antara aku dan mereka masih sebulan perjalanan … [Muttafaqun ‘alaihi] 1)

Tercatat dalam sejarah Islam, bagaimana kaum muslimin mampu meruntuhkan dan menguasai dua kerajaan besar yang menguasai dunia ketika itu, dua imperium negara adi kuasa: Persia yang mengusai belahan dunia bagian timur, dan Romawi yang menguasai belahan dunia bagian barat. Hal ini sebagaimana dikabarkan jauh-jauh hari sebelumnya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّ اللهَ زَوَى لِيَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَ مَغَارِبَهَا، وَ إِنَّ أُمَّتِيْ سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا. وَ أُعْطِيْتُ اَلْكَنْـزَيْنِ : اَلأَحْمَرَ وَ الأَبْيَضَ

“Sesungguhnya Allah mengumpulkan/melipat bumi untukku hingga aku dapat melihat belahan timur dan baratnya. Dan sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke bagian bumi yang dilipatkan untukku tersebut (yaitu timur dan barat bumi). Dan aku diberi dua perbendaharaan : merah (yaitu emas, yang ini adalah harta Kaisar) dan putih (yaitu perak, yang ini adalah hartanya Kisra). [HR. Muslim] 2)

Demikianlah generasi terdahulu dari kaum ini dapat mencapai kemuliaan yang begitu tinggi.

Hal ini bukan karena semata-mata kekayaan materi ataupun kekuatan fisik mereka. Bukan pula karena mereka menguasai teknologi dan industri persenjataan yang canggih. Bukan pula karena umat Islam memiliki basis ekonomi yang kuat. Namun mereka diberi kemuliaan oleh Allah ‘Azza Wajalla karena keimanan dan ketakwaan mereka kepada-Nya, berpegang teguh dengan agama-Nya, membenarkan seluruh ajaran-Nya, dan selalu beramal untuk negeri akhirat. Aqidah dan amal mereka kokoh dan bersih dari noda-noda kesyirikan, bid’ah dan maksiat. Sebagaimana janji Allah ‘Azza Wajalla dalam firman-Nya,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (55)

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menggantikan kondisi mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. [QS. An-Nur: 55]


Baca Juga: Gangguan dan Rintangan Yang Dialami Oleh Dakwah Ahlus Sunnah, Sebuah Kemestian


Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menerangkan,

Ini adalah janji Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Dia akan menjadikan umatnya sebagai khalifah dan pemimpin di muka bumi ini. Seluruh negeri akan baik di bawah kepemimpinan mereka. Semua umat akan tunduk di bawah kekuasaan mereka dan Allah akan mengubah keadaan mereka dari perasaan takut yang dulu selalu menghantui menjadi perasaan aman sentosa penuh ketenangan. Alhamdulillah, janji ini telah ditunaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, karena Allah tidak mewafatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai beliau berhasil memenangkan kota Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh jazirah arab, dan bumi Yaman. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengambil jizyah dari orang-orang majusi dari negeri Hajar dan daerah Syam. …

Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, umat dipimpin oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Beliau mempersatukan umat ini, mengokohkan dan mengatur kembali jazirah arab yang sempat pecah dan heboh dengan wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau (Abu Bakr) kemudian mengirim pasukan ke Negeri Persia di bawah komando Khalid bin Al-Walid dan memenangkan sebagian wilayah Persia. Beliau juga mengirim pasukan ke Negeri Syam di bawah pimpinan Abu ‘Ubaidah Ibnul Jarrah dan beberapa negeri Hauran.

Beliau juga mengirim pasukan ke Negeri Mesir di bawah pimpinan ‘Amr bin Al-‘Ash, namun beliau wafat sebelum melihat kemenangan yang diperoleh pasukan ini. Kemudian Allah memberikan anugerah kepada kaum muslimin dengan mengilhami Abu Bakr untuk mengangkat ‘Umar Al Faruq radhiyallahu ‘anhu menjadi Khalifah. Maka ‘Umar pun memimpin umat ini sepeninggal Abu Bakr dengan penuh kesungguhan dan keadilan.

Pada masa pemerintahan ‘Umar, seluruh Negeri Syam, Mesir, dan sebagian besar wilayah Persia dapat ditaklukkan. Beliau meruntuhkan pemerintahan Romawi dan menghinakannya sehina-hinanya. Beliau juga menaklukkan sebagian besar wilayah Persia dan memukul mundur mereka sampai ke Negeri Qushtantiniyah. Beliau nafkahkan seluruh perbendaharaan dua negeri adidaya pada waktu itu di jalan Allah ‘Azza Wajalla, seperti yang dikabarkan dan dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian pada masa pemerintahan Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan, kekuasaan Islam mencapai belahan dunia timur dan barat. Di wilayah barat, kekuasaan Islam sampai ke Andalusia (Spanyol), Qubrus, Negeri Qairwan, dan Negeri Sabtah di seberang Samudera. Di wilayah timur, kekuasaan Islam sampai ke Negeri Cina. Negeri-negeri di wilayah Iraq, Khurasan dan Al-Ahwas ditaklukkan. Di masa beliau terjadilah pertempuran sengit besar-besaran melawan pasukan Turki hingga Allah hinakan raja besar mereka (Turki), Khaqan. Seluruh penghasilan dari negeri-negeri yang telah diduduki, baik di belahan timur maupun barat, dihimpun dan diserahkan kepada Amirul Mu’minin ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu.

Hal ini berkat telaah dan usaha beliau untuk menyatukan umat dan menghapal Al-Qur’an. Maka terbuktilah apa yang pernah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّ اللهَ زَوَى لِيَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَ مَغَارِبَهَا، وَ إِنَّ أُمَّتِيْ سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا. وَ أُعْطِيْتُ اَلْكَنْـزَيْنِ : اَلأَحْمَرَ وَ الأَبْيَضَ

“Sesungguhnya Allah mengumpulkan/melipat bumi untukku hingga aku dapat melihat belahan timur dan baratnya. Dan sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke bagian bumi yang dilipatkan untukku tersebut (yaitu timur dan barat bumi). Dan aku diberi dua perbendaharaan : merah (yaitu emas, yang ini adalah harta Kaisar) dan putih (yaitu perak, yang ini adalah hartanya Kisra).” [HR. Muslim]

Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, bahwa di berkata, “Aku mendengar Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

(( لاَ يَزَالُ أَمْرُ النَّاسِ مَاضِيًا مَا وَلِيَهُمْ إِثْنَا عَشَرَ رَجُلاً )) ثُمَّ تَكَلَّم َ النَّبِيُّ بِكَلِمَةٍ خَفِيَتْ عَلَيَّ، فَسَأَلْتُ أَبِيْ : مَاذَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ؟ فَقَالَ : قَالَ : كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ

“Urusan umat ini akan senantiasa baik selama mereka dipimpin oleh 12 khalifah,

(Jabir berkata): kemudian beliau mengucapkan kata-kata yang tidak aku dengar. Aku bertanya kepada ayahku (Samurah) : “Apa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Ayahku menjawab : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (12 Khalifah tersebut) Semuanya dari Quraisy.” [Muttafaqun ‘alaihi] 3)

Hadits ini merupakan dalil tentang keberadaan 12 khalifah yang adil. Akan tetapi 12 khalifah itu bukanlah 12 imam Syi’ah, karena umat ini tidaklah baik di zaman mereka (12 imam syi’ah, karena ke-12 imam syi’ah tersebut tidak memegang kekuasaan apapun).


Baca Juga: Cara-cara Batil Penegakan Daulah Islamiyah


Keberadaan mereka menurut hadits di atas tidaklah disyaratkan harus berturut-turut, tetapi bisa jadi berturut-turut dan bisa pula tidak. Empat di antaranya sudah ada yaitu Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum jami’an. Kemudian berganti waktu setelah mereka hingga muncul kembali orang-orang (baik) dengan kehendak Allah. Kemudian ada lagi setelah mereka orang yang dikehendaki Allah, kemudian akan ada lagi setelah mereka orang yang dikehendaki oleh Allah, kemudian akan ada yang tersisa dari mereka pada waktu yang ditentukan oleh Allah ‘Azza Wajalla. Di antara mereka adalah Al-Imam Al-Mahdi yang namanya sama dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kunyahnya juga sama dengan kunyah beliau. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kesejahteraan setelah bumi ini sebelumnya penuh dengan kezhaliman dan kesusahan.” (Tafsir Ibnu Katsir III/401-402)

Sumber: Buku MEREKA ADALAH TERORIS, karya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet. ke-1, hal. 554-558, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian

1 HR. Al Bukhari no. 335 dan Muslim no. 521 dari Jabir bin ‘Abdillah .

2 HR. Muslim 2889 dari Tsauban .

3 HR. Al Bukhari, 7222, 7223; Muslim, 1821; At Tirmidzi, 2224; Ahmad, V/76-101; Ath Thabrani 1791 dan dibawakan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah 376 dengan lafazh yang berbeda.

 162 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *