Menggapai Makna Kehidupan yang Sesungguhnya

Sesuatu yang terpenting yang harus selalu kita ingat dan kita bantu manusia untuk mengingatnya adalah tentang makna kehidupan yang sesungguhnya. Karena hal ini telah banyak dilupakan oleh manusia saat ini.

Makna Kehidupan yang Banyak Dilupakan

Untuk apa kita ada di muka bumi ini? Kenapa kita diciptakan? Apakah setelah kita dilahirkan di dunia kemudian kita dibiarkan begitu saja tanpa tujuan? Padahal kita selalu mendapatkan cobaan dan ujian. Kesempitan ataupun kelapangan dalam hidup. Apakah semua ini ada hikmahnya?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (Al Qiyamah : 36)

Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini  maksudnya adalah apakah  mereka mengira mereka diciptakan kemudian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah untuk berbuat ketaatan dan tanpa dilarang dari berbuat kemaksiatan?

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

”Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian begitu saja, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada kami.” (Al Mu’minun : 115)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan kita sebagai manusia yang berjalan di muka bumi dengan waktu yang terbatas atau dengan umur yang sudah ditentukan. Ini bukanlah suatu perkara yang sia-sia atau tanpa tujuan. Bahkan semua itu Allah ciptakan untuk sebuah tujuan yang besar yang telah Allah beritakan dalam Alquran.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat : 56)

Terkait dengan beberapa ayat yang di atas bahwa kita di dunia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Kita diciptakan untuk akhirnya dikembalikan kepada Allah kemudian kita masing-masing akan diminta pertanggungjawaban atas umur yang telah kita lalui.

Makna Kehidupan yang Sesungguhnya

Ketahuilah bahwa kita sedang diuji oleh Allah dalam sebuah kehidupan yang singkat ini. Yaitu sebuah kehidupan yang tidak ada hentinya  dan tidak ada putusnya datang cobaan atau ujian.

Allah akan memberikan ujian dalam bentuk sesuatu yang tidak kita sukai berupa musibah penyakit, bencana alam dan musibah-musibah lainnya sebagai ujian apakah kita bersyukur. Allah juga memberi ujian kepada kita dalam bentuk kebaikan, rizki yang lapang, pertanian yang makmur, anak-anak yang sehat dan keniknmatan lainnya untuk diuji apakah kita bersyukur. Apakah dengan ujian tersebut bertambah ibadah kita kepada Allah.

  أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ* وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

 

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al Ankabut : 2-3)

Di ayat sebelumnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyatakan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Sehingga diberlakukan kepada mereka syariat-syariat Allah berupa ibadah.

Ibadah ini mencakup ibadah yang terkait dengan pribadi masing-masing seperti shalat, puasa, haji, berdzikir, beristighfar, shodaqoh, infaq, zakat dan ibadah lainnya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Juga mencakup ibadah yang terkait dengan masyarakat seperti kita diperintahkan untuk berbuat baik, menyampaikan dakwah Islam, mengajak manusia kepada yang ma’ruf dan mengajak mereka untuk meninggalkan perkara yang mungkar. Ini semua adalah ibadah yang juga menjadi ujian bagi orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah.

 Menggapai Makna Kehidupan yang Sesungguhnya

Untuk menggapai makna kehidupan yang sesungguhnya kita harus merujuk kepada seseorang yang telah menggapainya. Yaitu seseorang yang telah Allah utus kepada kita untuk membimbing kita menggapai makna kehidupan yang sesungguhnya. Dialah Rasulullah yang bernama Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan beberapa perintah untuk ditaati dan melarang beberapa larangan untuk dijauhi. Semua ini agar kita bisa menggapai makna kehidupan yang sesungguhnya baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk itu mari kita koreksi amalan-amalan kita apakah sudah sesuai dengan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kita periksa mana amalan-amalan kita, manakah yang bertentangan dengan Tauhid dari Alquran dan Sunnah agar kita bisa merasakan makna kehidupan yang sessungguhnya. Namun hal ini tidak akan bisa tercapai kecuali dengan kita menuntut ilmu, mempelajari ilmu agama yaitu mempelajari makna Al Quran dan Hadits sesuai dengan pemahaman para salafush shalih.

Mari simak penjelasan lengkap dari makna kehidupan sesungguhnya yang disampaikan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullahu dari Arsip Tasjilat Ma’had As Salafy Jember.

JudulLink UnduhanDengarkan Audio
Hakekat Hiduphttp://bit.ly/2JDmR0j
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *