Iman Seorang Hamba Hakikat dan Konsekuensinya

Bagikan :

Berikut ini akan kami sajikan beberapa pembahasan tentang hakikat keimanan dalam perspektif akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, yang insyaallah akan terbagi dalam beberapa sub bahasan.

BAGIAN PERTAMA

Apakah Iman Hamba Bisa Bertambah dan Berkurang Kadar dan Kualitasnya?

Sudah menjadi akidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang terpatri sejak generasi awal umat ini, yaitu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa keimanan seorang hamba dapat bertambah dan dapat pula berkurang, baik kadarnya ataupun kualitasnya.

Hal ini berdasarkan dalil ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian berdasarkan konsensus/ijma’ generasi salaf.

  1. Dalil dari al-Qur’an
  1. Ayat ke-173 surah Ali ‘Imran

ٱلَّذِینَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُوا۟ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَقَالُوا۟ حَسۡبُنَا ٱللهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِیلُ

“(Yaitu) orang orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang (munafik) yang (mengancam dengan) mengatakan kepada mereka, “Sungguh orang-orang (suku Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kalian kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu justru menambah (kuat) iman mereka dan mereka pun menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”

Pada ayat di atas, Allah Subhanahu Wata’ala mengabarkan bahwa kadar iman kaum mukminin justru bertambah kuat dan meningkat kualitasnya saat menghadapi ancaman dan teror verbal kaum munafik.

Demikian hendaknya kita sebagai orang yang beriman kepada Allah, saat menghadapi berbagai gangguan atau intimidasi dan olok-olok dari berbagai pihak, justru imannya semakin menguat dan bertambah, diiringi oleh sikap tawakkal kepada Allah Yang Maha Kuat, bukan malah melemah dan berkurang hingga mematahkan semangat beribadah dan berjuang.

  1. Ayat ke-2 surah al-Anfal

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ إِذَا ذُكِرَ ٱللهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya (karena takut), dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, ayat-ayat tersebut menambah (kuat) keimanan mereka dan orang-orang yang beriman tersebut bertawakal hanya kepada Rabb mereka.”

Pada ayat ini Allah Subhanahu Wata’ala juga mengabarkan bahwa keimanan orang yang beriman akan bertambah kualitasnya dan meningkat kadarnya ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah.

Berdasarkan ayat di atas, marilah kita mencoba bermuhasabah, apakah kita sudah tergolong hamba beriman seperti yang disebutkan ataukah belum? Sudahkah kita saat disebut Nama Allah atau dibacakan ayat-ayat al-Quran lantas diam dan mendengarkan dengan seksama, diiringi oleh rasa hormat dan mencoba memahami dengan baik makna serta kandungan hukum-hukum Ilahi? Sehingga dengan itu kualitas dan kadar imannya bertambah.

Sebuah renungan, terkhusus untuk penulis dan juga untuk seluruh pembaca.

  1. Ayat ke-22 surah al-Ahzab

وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُوا۟ هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللهُ وَرَسُولُهُۥۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّاۤ إِیمَـٰنࣰا وَتَسۡلِیمࣰا

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (pasukan tempur yang berkoalisi) itu, justru mereka berkata, “Inilah yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan tidaklah (kondisi) yang demikian itu kecuali menambah keimanan dan keislaman mereka.”

Pada ayat inipun Allah mengabarkan bahwa kondisi-kondisi genting yang diiringi oleh teror dan ancaman, justru menambah kadar kekuatan iman orang-orang yang beriman.

  1. Ayat ke-124 surah at-Taubah

وَإِذَا مَاۤ أُنزِلَتۡ سُورَةࣱ فَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ أَیُّكُمۡ زَادَتۡهُ هَـٰذِهِۦۤ إِیمَـٰنࣰاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَهُمۡ یَسۡتَبۡشِرُونَ

“Dan apabila diturunkan suatu surah (al-Qur’an), maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata (mengolok-olok), “Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan sebab (turunnya) surah ini?” (Allah menjawab), “Adapun orang-orang yang beriman, maka sungguh surah ini menambah keimanan mereka dan mereka bergembira.”

Kaum munafik mengolok-olok umat beriman, bahwa keimanan mereka tidak akan bertambah dengan sebab suatu surah al-Qur’an yang Allah turunkan. Tetapi Allah membantah akidah kaum munafik tersebut dan menegaskan bahwa keimanan kaum mukmin pasti bertambah kuat, kadar dan kualitasnya, dengan sebab surah-surah al-Qur’an yang diturunkan.

  1. Ayat ke-4 surah al-Fath

هُوَ ٱلَّذِیۤ أَنزَلَ ٱلسَّكِینَةَ فِی قُلُوبِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ لِیَزۡدَادُوۤا۟ إِیمَـٰنࣰا مَّعَ إِیمَـٰنِهِمۡۗ وَلِلهِ جُنُودُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللهُ عَلِیمًا حَكِیمࣰا

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan hanya milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Ayat inipun dengan tegas mengabarkan bahwa nilai atau kadar keimanan seorang mukmin bisa bertambah.

Bersambung insyaallah.

Bagikan :

One thought on “Iman Seorang Hamba Hakikat dan Konsekuensinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *