📘 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrikin). Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. ar-Rum: 31-32)
📕 Asy-Syaikh al-‘Allamah Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah (w. 1376 H) berkata,
وفي هذا تحذير للمسلمين من تشتتهم وتفرقهم فرقا كل فريق يتعصب لما معه من حق وباطل
“Dalam ayat ini terdapat peringatan keras (dari Allah) bagi kaum muslimin dari keterceraiberaian dan perpecahan hingga mereka menjadi berkelompok-kelompok, yang mana setiap kelompok berfanatik buta terhadap kebenaran dan kebatilan yang ada pada mereka.”
فيكونون مشابهين بذلك للمشركين في التفرق بل الدين واحد والرسول واحد والإله واحد
“Dengan demikian, (ketika kaum muslimin berpecah belah menjadi berbagai kelompok) maka mereka menjadi serupa dengan kaum musyrikin dalam hal perpecahan seperti ini, padahal sesungguhnya agama (Islam) itu satu, rasul yang diutus pun satu, dan Ilah (Allah Dzat Yang diibadahi) juga satu, (kenapa mereka harus berpecah belah?).”
وأكثر الأمور الدينية وقع فيها الإجماع بين العلماء والأئمة، والأخوة الإيمانية قد عقدها اللّه وربطها أتم ربط
“Dan mayoritas permasalahan-permasalahan agama telah terjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama dan para imam agama ini.
Demikian juga persaudaraan yang dibangun di atas keimanan, telah diikat dan dikuatkan oleh Allah dengan ikatan yang amat kuat.”
فما بال ذلك كله يُلْغَى ويُبْنَى التفرق والشقاق بين المسلمين على مسائل خفية أو فروع خلافية يضلل بها بعضهم بعضا، ويتميز بها بعضهم عن بعض؟
“Maka, mengapa bisa hal itu semua diabaikan dan dicampakkan, lalu terjadi perpecahan dan pertikaian di antara kaum muslimin didasarkan pada permasalahan-permasalahan yang samar (belum jelas dan belum pasti hukumnya) atau di atas permasalahan furu’/cabang (bukan pokok) yang masih diperselisihkan, yang karena perpecahan dan pertikaian itulah, sebagian mereka memvonis sesat sebagian yang lain, dan sebagian mereka menampakkan sikap berbeda dengan yang lain?”
فهل هذا إلا من أكبر نزغات الشيطان وأعظم مقاصده التي كاد بها للمسلمين؟
“Bukankah semua ini merupakan upaya syaithan untuk menumbuhkan permusuhan dan merupakan tujuan serta target syaithan untuk memperdaya kaum muslimin?”
وهل السعي في جمع كلمتهم وإزالة ما بينهم من الشقاق المبني على ذلك الأصل الباطل، إلا من أفضل الجهاد في سبيل اللّه وأفضل الأعمال المقربة إلى اللّه؟
“Bukankah mengupayakan persatuan kaum muslimin dan upaya menghilangkan segala pertikaian yang dibangun di atas prinsip yang batil di antara mereka, merupakan seutama-utama jihad di jalan Allah dan merupakan amalan paling utama yang dapat mendekatkan diri kepada Allah?”
📚 Taisirul Karimir Rahman, hal. 641
