Beberapa pihak bertanya tentang kebiasaan sebagian orang memanggil ibunya dengan panggilan “Mama” atau seorang ibu mengizinkan putra-putrinya memanggil ibunya dengan panggilan Mama. Apakah hal ini dibolehkan secara syar’i?
Untuk mengetahui hukumnya, kami sajikan di sini fatwa para ulama senior yang tergabung dalam Dewan Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang dipimpin oleh ulama ternama abad ini yaitu al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah (w. 1420 H). Berikut kutipannya.
الفتوى رقم (٨٨٦٧)
س: تسأل عن حكم مناداة أمها بلفظ (ماما)، وحكم طاعتها في خلع الحجاب ونحوه.
ج: لا شيء في مناداة الأم بلفظة (ماما)، إلا إذا كرهتها الأم فتنادى بأحب الأسماء إليها. ولا يجوز طاعة الأم في كشف الوجه والتبرج في الملابس ونحوها؛ لأنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … نائب الرئيس … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Fatwa nomor (8867):
Pertanyaan:
Seorang wanita bertanya tentang hukum memanggil ibunya dengan sebutan “Mama”, serta hukum menaati ibunya untuk melepas hijab/jilbab dan semisalnya.
Jawaban:
Tidak mengapa (boleh) memanggil ibu dengan sebutan “Mama”, kecuali jika sang ibu tidak menyukainya, maka hendaknya dipanggil dengan nama yang lebih ia sukai.
Dan tidak boleh menaati perintah ibu untuk menyingkap wajah (melepas jilbab/cadar penutup wajah), sebagaimana juga (tidak boleh menaati ibu) dalam melakukan tabarruj dalam hal pakaian — yaitu wanita berpakaian dengan menampakkan perhiasan atau aurat — dan semisalnya, karena tidak boleh ada ketaatan kepada makhluk siapapun dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta.
Dan hanya kepada Allah-lah (memohon) taufik. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Al-Lajnah ad-Daimah (Komite Tetap) untuk Riset Ilmiah dan Fatwa
Ketua: Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
Wakil Ketua: Abdur Razzaq ‘Afīfī
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu‘ud
