Keutamaan Mencintai dan Mengagungkan Allah dengan Sebenarnya

Bagikan :

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فإذا أحببت الله عز وجل؛ رغبت فيما عنده، ورغبت في الوصول إليه، وطلبت الطريق الموصل إليه، وقمت بطاعته على الوجه الأكمل، وإذا عظمته؛ خفت منه، كلما هممت بمعصية؛ استشعرت عظمة الخالق عز وجل، فنفرت، { وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ}

فهذه من نعمة الله عليك؛ إذا هممت بمعصية؛ وجدت الله أمامك، فهبت وخفت وتباعدت عن المعصية؛ لأنك تعبد الله رغبة ورهبة

“Apabila anda benar-benar mencintai Allah ‘Azza Wajalla, anda pasti berharap mendapatkan segala yang ada di sisi-Nya, berharap untuk sampai (berjumpa) dengan-Nya, berusaha menempuh jalan untuk sampai kepada-Nya, dan menjalankan ketaatan kepada-Nya dengan sempurna.

Apabila anda benar-benar mengagungkan Allah, niscaya anda akan takut kepada-Nya. Setiap kali anda berkeinginan berbuat maksiat, anda akan merasakan keagungan Sang Pencipta ‘Azza Wajalla, sehingga anda pun lari dari kemaksiatan tersebut.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian.” (QS. Yusuf: 24)

Ini merupakan nikmat yang Allah berikan untuk anda; ketika anda berkeinginan untuk berbuat maksiat, anda akan menjumpai Allah di hadapan anda. Sehingga anda pun merasa ngeri dan takut, serta menjauh dari maksiat tersebut. Hal itu karena anda benar-benar beribadah kepada Allah dengan penuh rasa harap dan cemas.”

[Syarh al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, (1/25)]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *