Nasehat: Jangan Bersandar pada Amalan Semata, Harapkanlah Rahmat-Nya!

Bagikan :

Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah: 218)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata,

وفي قوله: ( أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ) إشارة إلى أن العبد ولو أتی من الأعمال بما أتی به لا ينبغي له أن يعتمد عليها ويعول عليها، بل يرجو رحمة ربه، ويرجو قبول أعماله ومغفرة ذنوبه، وستر عيوبه

“Di dalam ayat: ‘mereka itu mengharapkan rahmat Allah’, terdapat isyarat bahwa seorang hamba, walaupun ia telah melakukan berbagai amalan yang disebutkan dalam ayat itu, tidak sepantasnya bagi dia untuk menyandarkan dan bergantung hanya kepada amalannya tersebut.

Bahkan dia juga harus mengharapkan rahmat Rabbnya, berharap amalan-amalannya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan aib serta kekurangannya ditutupi.”

[Taisirul Karimir Rahman, hal. 98]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *