Penanya: Mukhlis
mukhlisxxxxx@yahoo.com
Pertanyaan:
Assalamualaikum ya ustadz, afwan ana mau tanya ustadz, kakak ana memakai sebuah mustika batu dan ia menggunakan media berupa keris kecil dan dupa bakar untuk berdoa kepada Allah, ana bertanya padanya dan ia menjawab bahwa ia tidak syirik karena meminta pada Allah, dan ana sudah peringatkan ia, mohon penjelasan terkait maslah ini ustadz, jzazakallah ustadz
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan hidayah kepada kakak antum.
Perlu diketahui bahwa benda-benda semisal mustika batu, keris, dan dupa bakar, itu adalah benda-benda yang sering dipakai dalam dunia perdukunan, atau merupakan atribut-atribut yang erat kaitannya dengan animisme dan dinamisme. Sehingga seorang muslim hendaknya menjauh dan menghindar dari penggunaan benda-benda tersebut.
Kemudian yang penting diyakini oleh setiap muslim adalah bahwa setiap amalan dan ibadah dalam Islam itu telah diatur serta dibimbingkan tata caranya.
Maka dari itu, setiap amalan yang tidak dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tata caranya, maka amalan tersebut tertolak dan tidak diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai amal shalih dan ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan,
مَن عَمِلَ عَمَلًا ليسَ عليه أمْرُنا فَهو رَدٌّ
“Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengajarkan penggunaan benda-benda tersebut (mustika batu, keris, dupa bakar) sebagai sesuatu yang mengiringi ibadah dan doa seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Itu adalah tata cara agama lain yang disusupkan ke dalam Islam yang suci.
Jika si pelaku meyakini benda-benda tersebut sebagai penghubung atau yang dapat menjadikan amalan dan doanya diterima serta dikabulkan di sisi Allah Ta’ala, maka itu adalah sebuah keyakinan yang salah dan mengarah kepada kesyirikan yang membahayakan.
Dan apabila ternyata dia meyakini bahwa benda tersebut memiliki kekuatan atau mampu memberi apa yang dia inginkan, seperti kesembuhan, kekuatan, rezeki, atau yang lainnya, maka itu adalah bentuk syirik akbar (syirik besar), yang bisa mengeluarkan pelakunya dari bingkai keislaman. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
من تعلق تميمة فقد أشرك
“Barang siapa yang memakai tamimah maka sungguh telah berbuat syirik (menyekutukan Allah).” (HR. Ahmad)
Tamimah adalah benda berupa perhiasan atau yang lainnya, berbentuk kalung atau cincin dan sejenisnya, yang diyakini memiliki kekuatan gaib atau pengaruh tertentu untuk pemakainya.
Maka nasehat saya untuk kakak antum adalah agar:
- Segera rujuk dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
- Meninggalkan pekerjaan tersebut.
- Hendaknya mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta mendalami ilmu agama Islam dengan benar.
Dengan itu, dia terselamatkan -dengan izin Allah- dari berbagai kesalahan dan akidah yang menyelisihi Islam.
