Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya,
ما فائدة تعلم طلاب العلم فرق المعتزلة والجهمية والخوارج مع عدم وجودها في هذا العصر؟
“Apa manfaatnya penuntut ilmu mempelajari dan mengenal kelompok-kelompok (sesat) seperti Mu’tazilah, Jahmiyyah, dan Khawarij? Padahal kelompok-kelompok tersebut di masa sekarang sudah tidak ada?”
Beliau rahimahullah menjawab,
تعلُّم فِرَق المبتدعة في هذا الزمان فيه فائدة وهي: أن نعرف مآخذ هذه الفرق لنرد عليهم إذا وُجدوا، وهم موجودون فعلا،
Mempelajari tentang kelompok-kelompok ahlul bid’ah pada masa sekarang ini ada manfaatnya, yaitu kita akan mengetahui pemikiran serta prinsip mereka, sehingga kita mampu membantah mereka ketika mereka didapati, dan mereka itu sebenarnya masih ada sekarang.
وقول السائل: إنه لا وجود لهم الآن مبني على علمه هو، ولكن المعلوم عندنا وعند غيرنا ممن يطلعون على أحوال الناس أن هذه الفِرَق موجودة وأن لها نشاطًا أيضًا في نشر بدعهم؛
Adapun ucapan penanya bahwa mereka (kelompok-kelompok sesat) sekarang sudah tidak ada, maka hal itu hanyalah sebatas yang ia ketahui saja. Akan tetapi, kami dan juga orang-orang yang memperhatikan keadaan manusia sekarang ini benar-benar mengetahui bahwa kelompok-kelompok sesat tersebut masih ada, dan mereka pun juga memiliki semangat untuk menebarkan kebid’ahannya itu.
ولذلك لا بد من أن نتعلم هذه الآراء حتى نعرف زيفها ونعرف الحق ونرد على من يجادلون فيها.
Oleh karena itulah, kita memang harus mempelajari pemikiran-pemikiran mereka, agar kita mengetahui penyimpangannya, mengetahui mana pemikiran yang benar, dan kita bisa membantah orang-orang yang mengajak berdebat tentangnya.”
[Kitabul Ilmi, hal. 95]
![]()