Tanya Jawab Seputar Syiah (Bag. 1)

Bagikan :

Tanya Jawab Seputar Syiah

Soal 1 : Apa hakekat sebenarnya kelompok Syi’ah?

Jawab : Untuk mengetahui hakekat kelompok ini mari kita ikuti penjelasan berikut ini,

Pertama kita perlu mengetahui makna kata Syi’ah, baik secara Etimologi (definisi secara bahasa) maupun secara Terminologi (definisi secara istilah penggunaan).

Secara Etimologi kata “Syi’ah” berarti sekte, golongan, kelompok atau pengikut dan pendukung orang/aliran tertentu. Dari sisi ini mayoritas penggunaan kata Syi’ah lebih kepada makna negatif dan tercela, jarang sekali penggunaannya untuk makna positif atau terpuji.

Penggunaan Kata Syi’ah Dalam al-Quran Dan Sunnah

Terdapat kurang lebih 12 ayat al-Quran yang menyebutkan kata Syi’ah, baik dalam kata tunggal maupun jamak. Dan mayoritas penggunaannya dalam al-Quran adalah dalam makna negatif atau tercela, mari kita ikuti dengan seksama:

  1. Bermakna kelompok atau sekte
      1. surat al-An’am 159

{ إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ }[الأنعام/159]

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi terpecah dalam golongan-golongan, sungguh tidak sedikitpun menjadi tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

Ayat di atas berisi celaan terhadap perbuatan kaum kafir Yahudi dan Nashara yang berpecah belah dalam urusan agama menjadi bersyi’ah-syi’ah yaitu berkelompok-kelompok dan bersekte-sekte.

Perhatikan kata شِيَعًا yang merupakan kata jamak dari kata شِيْعَة artinya golongan atau kelompok. Al-Imam Ibnu Katsir berkata saat menjelaskan makna ayat di atas

أي: فرقًا كأهل الملل والنحل –وهي الأهواء والضلالات –فالله قد بَرَّأ رسوله مما هم فيه.

Yakni: menjadi kelompok-kelompok seperti para pengikut berbagai agama dan beragam kepercayaan, yang itu berupa berbagai bentuk hawa nafsu dan beragam kesesatan, maka Allah telah membersihkan Rasul-Nya (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) dari tuduhan perbuatan (memecah belah agama-Nya) yang mereka (kaum kafir) berada dalam kondisi tersebut.

    1. Ayat ke 31-32 surat ar-Ruum

{ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (32) } [الروم/31، 32]

(31)dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

(32)yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi kelompok-kelompok. Tiap-tiap kelompok merasa bangga dengan apa yang ada pada kelompoknya.

Ayat di atas berisi celaan terhadap kaum Musyrikin yang berpecah belah dalam urusan agama menjadi bersyi’ah-syi’ah yaitu berkelompok-kelompok dan bersekte-sekte.

Perhatikan juga kata شِيَعًا pada ayat di atas yang merupakan kata jamak dari kata شِيْعَة artinya golongan atau kelompok dan sekte.

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *