Kekayaan Bukan Tolok Ukur Kecintaan Allah Kepada Hamba

Bagikan :

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,

فليست كثرة الأموال والأولاد والثروة دليلا على محبة الله للعبد، بل إنه قد يعطي الكافر من أجل أن يستدرجه، وفي الحديث: إن الله يعطي الدنيا من يحب ومن لا يحب، وأما الدين فلا يعطيه إلا من يحب

وفي الحديث الآخر : لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى منها كافرا شربة ماء

Banyaknya harta, anak, dan kekayaan bukanlah menunjukkan kecintaan Allah terhadap hamba. Bahkan terkadang Allah memberikan (materi duniawi) kepada orang kafir sebagai istidraj (membiarkan terus bergelimang dalam kekufuran, sampai saatnya nanti ditimpa adzab yang pedih.

Dalam sebuah hadits disebutkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إن الله يعطي الدنيا من يحب ومن لا يحب، وأما الدين فلا يعطيه إلا من يحب

“Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai. Adapun agama, maka Allah tidak memberikannya kecuali kepada orang yang Dia cintai.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى منها كافرا شربة ماء

“Kalau seandainya dunia itu di sisi Allah senilai sayap seekor nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk air pun.” (HR. at-Tirmidzi)

[Syarh Masail al-Jahiliyyah, hal. 108-109]

 

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *