Muslim Yang Baik Tidak Akan Mengganggu Saudaranya

Bagikan :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim itu adalah yang apabila kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata,

ولا يتم الإسلام حتى يحب للمسلمين ما يحب لنفسه. ولا يتحقق ذلك إلا بسلامتهم من شر لسانه وشر يده. فإن هذا أصل هذا الفرض الذي عليه للمسلمين، فمن لم يسلم المسلمون من لسانه أو يده كيف يكون قائما بالفرض الذي عليه لإخوانه المسلمين؟ فسلامتهم من شره القولي والفعلي عنوان علی کمال إسلامه

Tidaklah sempurna keislaman (seseorang) hingga ia senang kaum muslimin mendapatkan sesuatu, sebagaimana ia pun juga senang apabila sesuatu itu didapatkan olehnya. Hal tersebut tidak akan terealisasi kecuali dengan terwujudnya keselamatan kaum muslimin dari kejelekan lisan dan kejelekan tangannya, karena hal ini merupakan dasar dari kewajiban yang harus ditunaikan terhadap kaum muslimin.

Sehingga barangsiapa yang kaum muslimin tidak selamat dari lisan dan tangannya, bagaimana ia bisa menunaikan kewajiban yang harus ia tunaikan kepada saudaranya kaum muslimin?

Keselamatan kaum muslimin dari kejelekan ucapan dan perbuatannya adalah tanda sempurnanya keislaman dia.”

[Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 24-25]

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *