Kembali Kepada Pemahaman Salafush Shalih Dalam Memahami Agama

(Audio di bawah tulisan)

Ringkasan Faidah :

  1. Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka akan Allah pahamkan ia terhadap agamanya.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  2. مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

    ‘Siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki kebaikan baginya, akan Allah subhanahu wa ta’ala pahamkan ia terhadap agamanya.’.”

    (Hadits yang mulia di atas diriwayatkan oleh asy-Syaikhani, al-Imam al-Bukhari dalam beberapa tempat pada kitab Shahihnya (no.71, 3116, 7312) dan al- Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya (no. 1038))

  3. Barangsiapa yang berusaha untuk menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu, maka akan Allah mudahkan bagi dia jalan menuju Al Jannah. Dan para malaikat membentangkan sayap-sayapnya untuk para penuntut Ilmu karena mereka ridha dengan apa yang dilakukan oleh para penuntut ilmu.Hendaknya kita takut kepada Allah akan dicabutnya hidayah ini karena ketidak syukuran kita. Oleh karena itu wajib bagi kita bersyukur sebagaimana firman Allah :

وروى أبو داود ، والترمذي ، وابن ماجه ، وصححه ابن حبان عن أبي الدرداء مرفوعا : ” من سلك طريقا يلتمس فيه علما ، سهل الله له به طريقا إلى الجنة ، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع ، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء ، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب ، وإن العلماء ورثة الأنبياء لم يورثوا دينارا ، ولا درهما إنما ورثوا العلم ، فمن أخذه أخذ بحظ وافر ” .

  1. Jika tidak meletakkan nikmat itu pada tempatnya maka nikmat itu akan dicabut .
  2. Dua jenis nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia :
  • Kesehatan
  • Waktu luang/waktu luang
  1. Sesungguhnya kemaksiatan akan menghilangkan kenikmatan.
  2. Seorang muslim selalu memohon untuk ditunjukkan kepada shirothal mustaqim.
  3. Shirothal Mustaqim adalah jalan yang orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah Ta’ala. Mereka adalah :

    وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An Nisa : 69)

  1. Diantara yang mendapat gelar Ash Shiddiq adalah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Maryam bintu Imran.
    Abu bakar diberi gelar ini karena selalu membenarkan berita yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Syarat dari digolongkan dan dibersamakan oleh Allah dengan golongan tadi terletak pada awal ayat, yaitu : taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya.
  3. Islam adalah agama yang turun kepada Nabi-Nya kemudian beliau jabarkan kepada sahabatnya.
  4. Para sahabat adalah:
  • generasi yang terbaik dari umat ini,
  • generasi yang keimanan mereka telah dipersaksikan oleh Allah,
  • generasi yang telah dipuji dan direkomendasi oleh Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  1. Dalam Al Qu’an Allah Ta’ala telah menyebutkan : bahwa para sahabat adalah orang-orang yang pertama-tama masuk Islam. Yaitu Al Muhajirin dan Al Anshar.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah : 100)

  1. Di dalam ayat tersebut telah dikabarkan bahwa Allah telah meridhai Al Muhajirin dan Al Anshar.
  2. Dan juga pada ayat lain :

    لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا ۞
    Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

    Allah telah memulai dengan bersumpah kemudian huruf lam (لَ) yaitu jawabul Qasam, dan ditambah Qod yang masuk fiil madhi (berarti penekanan), yang menunjukkan bahwa permasalahan itu sudah terealisasi kejadiannya.

  3. Tidak ada diantara manusia sekarang yang diberi jaminan mendapatkan rekomendasi Allah telah ridha kepadanya. Barangsiapa pada zaman ini ada yang menyebutkan bahwa dia telah diridhai oleh Allah ketahuilah bahwa dia adalah orang pendusta paling terdepan.
  4. Para sahabat sudah mendapatkan rekomendasi dari Allah dari langit ke tujuh. Namun para sabahat menangis setelah mendengar ayat-ayat ini.
  5. Diantara perjuangan para sahabat Muhajirin adalah berhijrah dalam kondisi terusir sehingga tidak bisa membawa bekal yang cukup dan harta-harta mereka tinggalkan, semata-mata ingin mendapat keridhoan Allah. Mereka menolong agama Allah dan Rasuln-Nya, mereka juga adalah orang-orang yang jujur dalam amalannya.
  6. Sebaik-baik generasi dari umat Rasulullah adalah generasi Rasulullah kemudian setelahnya, yaitu generasi tabi’in kemudian setelahnya yaitu generasi tabi’ut tabi’in.
  7. Orang-orang yang berhasil dan selamat dari murka Allah adalah para sahabat.
  8. Sesungguhnya Islam ini adalah agama yang telah sempurna. Oleh karena itu Allah menurunkan ayat pada surat Al Maidah yang menyatakan bahwa Allah telah ridha bahwa Islam sebagai agama.

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ…
    Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Maidah : 3)

  9. Imam Malik menyatakan bahwa apa-apa yang tidak merupakan bagian dari Islam pada hari tersebut (pada saat turunnya ayat tadi) maka bukan merupakan bagian dari Islam saat ini, dan apa-apa yang merupakan bagian dari Islam pada saat itu, juga bagian Islam pada saat ini.
  10. Islam yang dimaksud adalah Islam yang telah diamalkan oleh para sahabat dan para khulafaur rasyidin. Hal ini adalah prinsip penting yang harus dipegang oleh kaum muslimin saat ini.
  11. Hal-hal yang berkaitan dengan perkara agama, perkara akidah, akhlak, ibadah dan muamalah maka kembalikan kepada mereka para sahabat. Hal ini merupakan prinsip yang harus di pegang teguh.
  12. Kalimat Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengandung beberapa makna :
  • Diberi nama Ahlus Sunnah karena berpegang kepada Sunnah
  • Makna Al Jama’ah adalah berkumpul dan bersatu dalam suatu perkara.
  • Ketika digabung menjadi : Orang-orang yang berpegang dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘laihi wa sallam dan bersatu dalam rangka berpegang kepada sunnah. Sehingga mereka tidak dipersatukan dengan organisasi.
  1. Sunnah yang dimaksud dalam kalimat ini adalah segala sesuatu yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik dalam perkara akidah, ibadah, akhlak dan muamalah.
  2. Sunnah secara bahasa bisa berarti positif ataupun negatif. Karena secara bahasa sunnah adalah “jalan yang ditempuh”. Dan jalan itu bisa baik dan bisa buruk.
  3. Beberapa prinsip penting Ahlus Sunnah yang tidak boleh ditinggalkan :
  • Selalu mengembalikan setiap perkara yang mereka hadapi dan mereka perselisihkan kepada Allah dan Rasul-Nya karena inilah sebaik-baik jalan keluar.

Dalilnya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An Nisa  : 59)

 

Dan Firman Allah Ta’ala :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab : 36)

…Selengkapnya tafadhol dengarkan pada rekaman audio berikut :

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *