Allah Menjaga Agama Ini Dengan Keberadaan Para Ulama (bagian 3)

Bagikan :

Demikianlah secara terus menerus hingga zaman kita ini, para ulama sunnah selalu mengangkat tinggi bendera As Sunnah dan membelanya, serta memerangi bid’ah dan memperingatkan (umat) dari Ahlul Bid’ah.

Upaya Ulama Masa Kini Dalam Menebarkan Akidah Ahlus Sunnah dan Membantah Ahlul Bid’ah

Segala puji hanya milik Allah yang telah menjadikan di zaman kita ini orang-orang yang menjaga kemurnian agama dan membela aqidah salafiyyah sehingga tidak tercemari oleh berbagai macam kotoran.

  • Inilah kitab-kitab Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, yang penuh dengan bantahan-bantahan terhadap Ahlul Ahwa’ (pengikut hawa nafsu). Perhatikanlah bantahan beliau terhadap Al Kautsari dan muridnya Abdul Fattah Abu Ghuddah serta Ash Shabuni dalam hal sifat-sifat Allah, niscaya engkau akan mendapatinya dengan lebih jelas di dalam kitab “Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah”. Benar-benar beliau telah membantah terhadap para Ahlul Bid’ah para penyandang nama-nama indah yang penuh tipuan.
  • Asy Syaikh Al Mu’allimi rahimahullah juga membantah Al Kautsari dalam kitab “At Tankil”,
  • Dan perhatikan bantahan-bantahan Muhadditsul ‘Ashr Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah terhadap ahlul bid’ah, seperti bantahannya terhadap Abu Ghuddah di dalam Muqaddimah kitab “Al ‘Aqidah Ath Thahawiyyah” dan dalam kitab beliau “Kasyfun Niqab”, dan juga bantahan beliau terhadap Muhammad Al Buthi, kaset-kaset beliau pun penuh dengan diskusi tentang ahlul bid’ah serta membongkar tipuan-tipuan dan kerancuan-kerancuan mereka.

Kemudian juga upaya beliau dalam menyeleksi dan memilah hadits-hadits yang shahih dan memisahkannya dari yang dha’if dan palsu. Kitab-kitab beliau sebagai bukti dan saksi akan hal ini, antara lain : Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, Silsilah Al Ahadits Adh Dha’ifah, Irwa-ul Ghalil, ….. dll yang terlalu banyak untuk disebutkan di sini.

  • Demikian pula bantahan-bantahan Asy Syaikh Shalih Al Fauzan terhadap Ahlul Ahwa’ seperti bantahan beliau terhadap Al Buthi di dalam kitab As Salafiyyah dan bantahan beliau terhadap Ash Shabuni.
  • Bantahan-bantahan Asy Syaikh Al ‘Allamah Hamud At Tuwaijiri rahimahullah terhadap Ahlul Bid’ah pun sangat banyak, di antaranya kitab “Ar Raddul Qowi ‘Alal Mujrimil Atsim”, dan kitab “Al Qaulul Baligh Fit Tahdzir Min Jama’atit Tabligh” dan kitab “Al Ihtijaj Bil Atsar ‘Ala Man Ankaral Mahdi Al Muntazhar”.
  • Usaha cemerlang dari Asy Syaikh Al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, dalam membantah dan membungkam hujjah-hujjah para penebar fitnah dari kalangan ahlul bid’ah. Iskatul Kalbil ‘Awi fi Ar Raddi ‘ala Yusuf Al Qardhawi bantahan terhadap Yusuf Al Qardhawi, Riyadhul Jannah fi Ar Raddi ‘ala A’da-is Sunnah bantahan terhadap musuh-musuh sunnah, dan masih sangat banyak lagi karya-karya beliau dalam bidang ini. Kemudian juga sumbangsih beliau dalam seleksi hadits : Ash Shahihul Musnad Mimma Laisa fi Ash Shahihain, Al Jami’ush Shahih, Ahadits Mu’allah Zhahiruha Ash Shihhah, dan sederet kitab-kitab lainnya dalam puluhan judul yang masih terlalu banyak untuk disebutkan di sini.
  • Dan lihatlah apa yang telah ditulis oleh Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali dalam menyingkap aqidah Sayyid Quthb dan bantahan terhadap orang-orang yang berlebihan terhadapnya dalam empat kitab yang sangat berharga : “Adhwa’ Islamiyyah ‘Ala ‘Aqidati Sayyid Quthb Wa Fikrihi”, “Matha’in Sayyid Quthb Fi Ash-habi Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam”, “Al ‘Awashim Mimma Fi Kutubi Sayyid Quthub Minal Qawashim”, dan “Al Haddul Fashil Bainal Haqqi Wal Bathil”, di samping masih sangat banyak lagi karya-karya beliau yang menunjukkan keilmuan beliau yang sangat tinggi sekaligus khidmah beliau yang sangat besar terhadap Islam dan muslimin.

Dan masih banyak lagi dari Ahlul ‘Ilmi Wal Fadhl selain mereka yang membela As Sunnah dan manhaj salaf, siang dan malam dengan mengharap pahala dan ganjaran dari Allah ‘Azza Wajalla, maka segala puji hanya milik Allah yang telah menjadikan bagi umat ini orang-orang yang mengemban perkara yang agung ini yang berfungsi untuk menjaga agama umat ini.

Termasuk juga bantahan dan penjelasan para ‘ulama tentang kebatilan dan kesesatan manhaj neo-khawarij dan terorisme, dan termasuk juga bantahan atas kebatilan, kedustaan, dan kesesatan tokoh-tokoh besar neo-khawarij dan teroris pada masa ini. Dengan gencar para ‘ulama mentahdzir umat dari bahaya-bahaya mereka melalui berbagai media dan sarana, baik ceramah, diskusi, tulisan, kitab-kitab, internet, dll. Sehingga dengan itu, benar-benar terbongkarlah segala kebatilan mereka.

Demikianlah amalan dan peranan para ‘ulama pewaris Nabi dalam menjaga dan berkhidmah terhadap agama ini. Betapa besar jasa dan peran mereka, ADAKAH JIHAD YANG LEBIH UTAMA DARI INI?!

Besarnya Jasa Para Ulama Terhadap Umat

Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,

“Segala puji bagi Allah yang menjadikan adanya ahlul ilmi pada setiap zaman fatrah dari para rasul, yang mereka ini mengajak orang yang sesat kepada petunjuk dan bersabar atas gangguan yang mereka terima dari manusia. Mereka menghidupkan orang yang telah mati (hatinya) dengan Kitabullah dan menjadikan orang yang buta (akan kebenaran) dapat melihat dengan cahaya Allah Subhanahu Wata’ala. Berapa banyak korban yang dibunuh oleh Iblis telah mereka hidupkan dan berapa banyak orang yang sesat lagi tidak mengerti jalan telah mereka bimbing. Alangkah bagusnya jasa mereka terhadap manusia, namun alangkah jeleknya balasan manusia terhadap mereka. Mereka selalu berjuang membersihkan kitabullah dari:

  1. Tahriful Ghalin (pemutarbalikan pengertian yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang)
  2. Intihalul Mubthilin (Kedustaan orang-orang sesat)
  3. Ta’wilul Jahilin (Penta’wilan yang salah yang dilakukan oleh orang-orang yang jahil)

Di mana orang-orang sesat ini telah mengikat bendera bid’ah dan melepaskan tali kekang fitnah. Orang-orang sesat ini berbeda-beda dalam memahami Kitabullah, dan menyelisihi Kitabullah, akan tetapi mereka bersepakat untuk meninggalkan kitabullah. Mereka ini berucap terhadap Allah Subhanahu Wata’ala, tentang Allah, dan tentang Kitabullah tanpa ilmu. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang rancu dan bermaksud menipu orang-orang yang bodoh dari kalangan manusia dengan syubhat-syubhat mereka. Hanya kepada Allah semata kita berlindung dari fitnahnya orang-orang yang menyesatkan.” 1)

Sumber: Buku MEREKA ADALAH TERORIS, karya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet, ke-1, hal. 109-111, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian


1 Ar Raddu ‘ala Az Zanadiqah wal Jahmiyyah, hal. 1

 740 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *