Hukum Penggunaan E-Money dalam Transaksi Jual Beli

Bagikan :

Pertanyaan dari  Abu Mubarok (Brian), aosxxxxxxx@yahoo.co.id:

Bismillah, ustadz mohon di jelaskan secara rinci tentang penggunaan e-money yang saat ini sedang gencar-gencarnya di promosikan oleh semua perbankan dan beberapa perusahaan layanan lainnya. Yang kami tau dari berbagai informasi kedepannya kita akan lebih banyak menggunakan e-money dari pada pembayaran cash ataupun kartu debit. Jazakillahu Khoiron wa Barakallahu fiik

Jawaban:

Sebatas hasil diskusi kami beberapa kali dengan asatidzah bahwa cara pembayaran menggunakan e-money adalah transaksi yang mengandung unsur riba.  Sehingga dengan itu kami sarankan pada setiap muslim untuk menghindar darinya. Minimal kondisinya adalah syubhat, sementara nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ، وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ 

“Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu telah jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang samar (syubhat), tidak diketahui (kepastian halal haramnya) oleh mayoritas manusia. Barang siapa yang menjaga diri dari perkara-perkara yang samar (syubhat) tersebut, maka sungguh dia telah menjaga kesucian agama dan kehormatannya. Barang siapa terjatuh ke dalam perkara syubhat, maka sungguh dia telah terjatuh kepada perkara haram.” (HR. al Bukhari no. 52, 2051 dan Muslim no. 1599)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *