Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
فإذا تدبر العبد علم أن ما هو فيه من الحسنات من فضل الله فشكر الله. فزاده الله من فضله عملا صالحاً، ونعماً يفيضها عليه. وإذا علم أن الشر لا يحصل له إلا من نفسه بذنوبه: استغفر وتاب فزال عنه سبب الشر. فيكون العبد دائماً شاكراً مستغفراً. فلا يزال الخير يتضاعف له، والشر يندفع عنه
“Jika seorang hamba mau merenung, niscaya dia akan mengetahui bahwa apa yang ada padanya dari berbagai kebaikan merupakan bagian dari keutamaan Allah, lantas (mendorongnya untuk) bersyukur kepada Allah. Maka (dengan sebab itu) Allah menambahkan kepadanya dari keutamaan-Nya berupa (kemudahan untuk melakukan) amalan shalih dan mencurahkan kepadanya berbagai kenikmatan.
Dan jika dia mengetahui bahwa kejelekan (yang menimpa dirinya) tidaklah terjadi kecuali karena dosa-dosa yang diperbuat oleh dirinya sendiri, lantas beristighfar dan bertaubat, maka akan sirna darinya sebab kejelekan. Sehingga menjadilah hamba tersebut seorang yang senantiasa bersyukur dan beristighfar. Maka kebaikan akan senantiasa berlipat ganda untuknya, dan kejelekan pun akan senantiasa terhindarkan darinya.”
[Majmu’ al-Fatawa, (14/261-262)]
![]()
Assalamualaikum ustadz
Afwan, ga ada ya acara dhouroh smpe ke Wakatobi Sulawesi Tenggara ?
Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh. Semoga Allah mudahkan untuk itu baarakallahu fiikum.