Pilih Panduan Manasik Haji – Bagian Keempat

Bagikan :

7. Berpamitan

Di antara amalan yang sangat baik dilakukan oleh seseorang yang akan safar adalah berpamitan dengan keluarga, tetangga dan teman-teman dekatnya, serta seluruh orang yang ia cintai. Demikian pula dituntunkan agar mereka melepas keberangkatan saudara atau temannya yang akan safar tersebut.

Di antara hikmah dituntunkannya berpamitan adalah agar masing-masing dari mereka bisa saling mendoakan kebaikan untuk temannya.

Yang akan pergi safar berdoa untuk yang ditinggal sebagai berikut:

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

“Aku titipkan kalian kepada Allah, Dzat Yang segala titipan kepada-Nya tidak akan tersia-siakan.”

Sementara orang yang tinggal (tidak bepergian) mendoakan untuk yang akan safar dengan:

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

‘Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu (menjelang kematian).’

Boleh juga ditambahkan:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ لَكَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ الْخَيْرَ لَكَ حَيْثُمَا كُنْتَ.

‘Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.’

Dasar dari amalan tersebut adalah hadits berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِي.
قَالَ: «زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى»
قَالَ: زِدْنِي.
قَالَ: «وَغَفَرَ ذَنْبَكَ»
قَالَ: زِدْنِي بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي.
قَالَ: «وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ».

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin melakukan perjalanan (safar), maka berilah aku bekal (doa).”

Beliau berdoa,

“Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan.”

Orang itu berkata, “Tambahkan lagi (doa) untukku.”

Beliau (kembali) berdoa,

“Dan semoga Allah mengampuni dosamu.”

Orang itu berkata lagi, “Tambahkan lagi (doa) untukku, sungguh ayah dan ibuku sebagai tebusan (untuk mendapatkan doa)mu.”

Beliau (kembali) berdoa,

“Dan semoga Allah memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim. Al-Imam al-Albani berkata dalam kitabnya Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2739, “Hadits ini sahih.”

Betapa indahnya tuntutan Islam dalam semua urusan dan aktivitas umat. Islam mengajarkan sikap saling peduli dan kasih sayang yang diwujudkan dengan saling mendoakan kebaikan.

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *