Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
فإنه لا سعادة للعباد ولا نجاة في المعاد إلا باتباع رسوله
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدِينَ فِيها وَذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خالِداً فِيها وَلَهُ عَذابٌ مُهِينٌ
فطاعة الله ورسوله قطب السعادة التي عليه تدور ومستقر النجاة الذي عنه لا تحور
Sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi para hamba dan keselamatan di negeri akhirat, kecuali dengan mengikuti syariat Rasul-Nya.
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدِينَ فِيها وَذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (13) وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خالِداً فِيها وَلَهُ عَذابٌ مُهِينٌ (14)
“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. an-Nisa’: 13-14)
Maka ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan poros kebahagiaan. Suatu kebahagiaan senantiasa berputar di atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan tempat menetap bagi sebuah keselamatan. Keselamatan tidak akan berpindah dari sikap ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.”
[Majmu’ al-Fatawa, (1/4)]
![]()