Al-Firqatun Najiyah (Golongan Yang Selamat) Adalah Ahlul Hadits

Bagikan :

Al Khathib Al Baghdadi rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, bahwasanya ketika beliau menyebutkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Al Firqatun Najiyah, kemudian beliau berkata, “Kalau mereka (Al Firqatun Najiyah itu, pent) bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa lagi mereka itu.”

Yakni ulama sekaliber Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah memahami bahwa Al Firqatun Najiyah itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ahlul Hadits. Apakah beliau menafsirkannya menurut selera beliau sendiri? Tentu tidak. Penafsiran tersebut bersumber dari hadits berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling baik?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku dan orang yang bersamaku.”

Para shahabat bertanya lagi, “Kemudian siapa Wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Orang-orang yang berada di atas Atsar. 1)

Ditanyakan lagi kepada beliau, “Kemudian siapa, Wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Mereka yang sedikit.”

dalam riwayat lain, dengan lafazh:

Telah ditanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapakah manusia yang terbaik?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku dan orang-orang yang bersamaku, kemudian orang-orang yang mengikuti atsar, kemudian orang yang mengikuti atsar, kemudian seakan-akan beliau menolak yang lainnya.2)

Asy Syaikh Shalih As Suhaimi berkata di dalam At Tanbih, “Sungguh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan bahwa mayoritas orang yang menyelisihi ahlul Hadits akan binasa, sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah kelompok yang akan mendapatkan keselamatan.”

Berkata Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah di dalam Al Lamhah ‘anil Firaqidh Dhallah (hal. 17), “Dalam hadits ini, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan bahwa perpecahan tersebut mesti terjadi pada umat ini, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang tidak berbicara dari hawa nafsunya. Merupakan keharusan bagi umat membenarkan apa yang telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Minhajus Sunnah (III/475), “Sifat dan ciri golongan yang selamat itu mengikuti jejak shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan itu juga merupakan syi’ar Ahlus Sunnah, maka golongan yang selamat itu adalah Ahlus Sunnah.

Al Imam Al Ajurri rahimahullah berkata di dalam kitabnya Al Arba’in (143), “Seorang mukmin yang berusaha dengan bersungguh-sungguh menjadi golongan yang selamat ialah dengan cara mengikuti kitab Allah ‘Azza Wajalla, dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, serta sunnah para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum, dan sunnah orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, mengikuti ucapan imam-imam terkemuka kaum muslimin seperti Sufyan Ats Tsauri, Al ‘Auza‘i, Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Abu ‘Ubaid, dan orang yang berada di atas jalan mereka dari kalangan para ‘ulama.”

Penjelasan Para Ulama Bahwa Al-Firqatun Najiyah Itu Adalah Ahlul Hadits

Berkata Musa bin Harun rahimahullah, “Aku telah mendengar Ahmad bin Hanbal rahimahullah ketika ditanya tentang hadits yang berlafazh (artinya): ‘umat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali hanya satu golongan…’ beliau mengatakan, “Jika yang dimaksud bukanlah ahlul hadits maka aku tidak tahu siapa mereka.” Dalam riwayat lain dengan lafazh: “Jika Ath Thaifah Al Manshurah ini bukan Ash-habul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka.” 3) Dalam riwayat lain : “Mereka adalah ahlul ‘ilmi dan ahlul atsar.” 4)

Berkata Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah: “Menurutku mereka adalah para ‘ulama Ahlul Hadits.” 5)

Al Imam Al Bukhari rahimahullah di dalam Kitab Al I’tisham bil Kitab was Sunnah dalam Shahih-nya berkata : Bab : Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam : “Senantiasa ada kelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran dan mereka berperang” Al Bukhari berkata : “Dan mereka adalah para ‘ulama.”

Al Hafizh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari menerangkan pernyataan Al Bukhari [Mereka adalah para ‘ulama 6)] : “Ini adalah penegasan Al Imam Al Bukhari, dan telah diriwayatkan oleh At Tirmidzi hadits tentang masalah ini. Kata beliau : “Aku mendengar Muhammad bin Isma‘il – yakni Al Bukhari – berkata : Aku mendengar Ali bin Al Madini berkata : “Mereka adalah ash-habul hadits.”

Ath-Thaifah Al-Manshurah Adalah Al-Firqatun Najiyah. Mereka Akan Senantiasa Jaya dan Eksis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan, bahwa Al Firqatun Najiyah ini akan senantiasa eksis, menang, dan jaya atas musuh-musuh mereka hingga hari kiamat. Mereka adalah Ath Thaifah Al Manshurah :

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتىَّ يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ
“Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang (thaifah) yang selalu tampak di atas Al Haq, tidak akan menyusahkan mereka orang-orang yang meninggalkan (tidak mau menolong) mereka sampai datang keputusan Allah (hari kiamat).” (HR. Al Bukhari – Muslim)

Hadits ini diriwayatkan oleh para Imam Hadits, antara lain : Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, An Nasa-i, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dll. Hadits ini merupakan hadits yang mutawatir, diriwayatkan dari banyak shahabat, antara lain : Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Al Mughirah bin Syu’bah, Tsauban Maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Uqbah bin ‘Amir, Qurrah Al Muzani, Abu Umamah, ‘Imran bin Hushain, ‘Umar bin Al Khaththab, Jabir, Salamah bin Nufail, dll.7)

Hadits ini juga diriwayatkan dengan beberapa lafazh, antara lain:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الَحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang (thaifah) yang berperang di atas Al Haq, mereka senantiasa menang hingga (menjelang) hari kiamat.”

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أٌمَّتِيْ مَنْصُوْرِيْنَ لاَ يَضُرُّهُمْ خُذْلاَنُ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتىَّ تَقُوْمَ السَّاعَةُ
“Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang (thaifah) yang tertolong, tidak akan menyusahkan mereka orang-orang yang meninggalkan (tidak mau menolong) mereka (mereka terus demikian) hingga (menjelang) hari kiamat.”

Siapakah Ath Thaifah Al Manshurah itu?

Ath-Thaifah Al-Manshurah (kelompok yang ditolong) sama dengan Al-Firqatun Najiyah. Tidak ada perbedaan antara keduanya. Barangsiapa yang membedakan dua golongan tersebut, maka dia telah terjatuh pada kesalahan.

Sumber: Buku MEREKA ADALAH TERORIS, karya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet, ke-1, hal. 81-85, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian


1 Atsar terkadang bermakna sama dengan hadits. Terkadang bermakna umum mencakup pula perbuatan, ucapan, persetujuan para shahabat dan tabi’in. Yang dimaksud di sini adalah segala hal yang datang dari Nabi dan para shahabatnya.

2 Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (III/155, 243) dan Abu Nu’aim di Al Hilyah (II/78)

3 Diriwayatkan oleh Al Hakim di Ma’rifah ‘Ulumil Hadits (2), dan Al Khathib Al Baghdadi. Sanadnya shahih. Lihat Ash Shahihah I/542, dan Al Azhar Al Mantsurah fi tabyin anna Ahlal Hadits hum Al Firqatun Najiyah wa Ath Thaifah Al Manshurah.

4 Lihat Ash Shahihah (I/543).

5 Diriwayatkan oleh Al Khathib (61), lihat Ash Shahihah (I/543).

6Berkata Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah (I/542) : “Tidak ada pertentangan antara hadits ini dengan hadits sebelumnya bahwa ahli ilmu itu adalah “ahli hadits” , dan setiap orang yang lebih alim tentang hadits maka dia lebih tahu tentang ilmu dari orang selainnya dalam masalah hadits sebagaimana hal ini tidak tersembunyi.”

7 Lihat Ash Shahihah no. 270

 1,051 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *