Ath Thaifah Al Manshurah Juga Sama Dengan Al Firqatun Najiyah, Mereka Adalah Ahlul Hadits

Bagikan :

Para ‘ulama sepakat menyatakan bahwa Ath Thaifah al Manshurah itu adalah Al Firqatun Najiyah yang keduanya itu adalah ahlul hadits. Di antara para ‘ulama yang menyatakan itu antara lain:

  1. ‘Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah wafat th. 181 H.
  2. ‘Ali bin Al Madini rahimahullah wafat th. 234 H
  3. Ahmad bin Hanbal rahimahullah wafat th. 241 H
  4. Ahmad bin Sinan rahimahullah wafat th. 256 H
  5. Muhammad bin Isma‘il Al Bukhari rahimahullah wafat th. 256 H
  6. ‘Abdullah bin Muslim bin Qutaibah rahimahullah wafat th. 267 H
  7. Muhammad bin ‘Isa At Tirmidzi rahimahullah wafat th. 276 H
  8. Muhammad bin Hibban rahimahullah wafat th. 354 H
  9. Muhammad bin Al Husain Al Ajurri rahimahullah wafat th. 390 H
  10. Muhammad bin Abdullah Al Hakim An Naisaburi rahimahullah wafat th. 405 H
  11. Ahmad bin Ali bin Tsabit Al Khathib Al Baghdadi rahimahullah wafat th. 463 H
  12. Al Husain bin Mas’ud Al Baghawi rahimahullah wafat, th. 516 H
  13. ‘Abdurrahman bin Al Jauzy rahimahullah wafat th. 597 H
  14. Muhyiddin Yahya bin Syaraf An Nawawi rahimahullah wafat th. 676 H
  15. Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyyah Syaikhul Islam rahimahullah wafat th. 728 H
  16. Ishaq bin Ibrahim Asy Syathibi rahimahullah wafat th. 790 H
  17. Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al ‘Asqalani rahimahullah wafat th. 852 H

Asy Syaikh Rabi‘ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata, “Para ‘ulama Islam yang mu’tabar dari kalangan ahli hadits dan selain mereka telah bersepakat bahwa Al Firqatun Najiyah dan Ath Thaifah Al Manshurah adalah sama. Mayoritas mereka mengatakan bahwasanya golongan tersebut adalah ahlul hadits…” 1)

Argumentasi Yang Menguatkan Penafsiran Bahwa Ath Thaifah Al Manshurah dan Al Firqatun Najiyah Adalah Ahlul Hadits

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah di dalam Ash Shahihah (I/543) mengatakan, “Mungkin sebagian orang menganggap aneh tafsir para imam tersebut, bahwasanya Ath Thaifah Azh Zhahirah dan Al Firqatun Najiyah adalah Ahlul Hadits. Padahal sedikitpun tidak ada yang aneh dari penafsiran para ‘ulama tersebut, jika kita ingat beberapa perkara berikut ini:

Pertama : Bahwasanya Ahlul Hadits dengan sebab spesifikasi mereka dalam mempelajari As Sunnah (Al Hadits) dan segala hal yang berkaitan dengannya, baik dalam bentuk pengetahuan tentang biografi para perawi hadits, ‘ilal (sebab-sebab kelemahan) suatu hadits, dan pengetahuan tentang sanad-sanad, maka mereka (ahlul hadits) adalah manusia paling berilmu tentang sunnah Nabi, petunjuknya, akhlaqnya serta peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta segala perkara yang berkaitan dengan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kedua : Ahlul Hadits –semoga Allah membangkitkan kita bersama mereka- tidaklah berta’ashshub (fanatik) kepada pendapat seseorang tertentu walaupun orang tersebut tinggi (kedudukan atau keilmuannya), kecuali hanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini berbeda dengan mereka-mereka yang tidak menisbahkan dirinya kepada Al Hadits dan pengamalan dengannya, di mana mereka berta’ashshub pada pendapat-pendapat para imam mereka saja, sebagaimana ta’ashshubnya ahlul hadits kepada hadits-hadits Nabinya.

Maka tidak ada keanehan lagi setelah penjelasan di atas, bahwasanya ahlul hadits merekalah Ath Thaifah Azh Zhahirah dan Al Firqatun Najiyah. Bahkan mereka adalah Al Ummah Al Wasath (golongan yang adil) sebagai saksi terhadap umat manusia.” 2)

Berkata Al Khathib Al Baghdadi rahimahullah di dalam Syarafu Ash-habil Hadits (30), “Sungguh Allah selaku penguasa alam semesta telah menjadikan Ath Thaifah Al Manshurah sebagai para pengawal agama ini. Melalui mereka, Allah menepis tipu daya para penentang. Disebabkan berpegangnya mereka terhadap syari’at yang kokoh ini, dan napak tilas mereka terhadap jejak para shahabat dan tabi’in.

Kesibukan mereka adalah menghafal hadits ….… Mereka menerima syari’at beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, baik secara lisan maupun perbuatan, menjaga sunnahnya secara hafalan dan penukilan, sehingga lestarilah keaslian sunnah tersebut. Mereka adalah manusia yang paling pantas mengemban sunnah dan ahlinya.

Berapa banyak orang yang menyimpang hendak mencampur aduk syari’at ini dengan sesuatu yang bukan bagian dari syari’at tersebut, sedangkan Allah ‘Azza Wajalla senantiasa menjaga agama-Nya dengan memunculkan di muka bumi ini para ahli hadits. Merekalah para penjaga rukun-rukun syari’at dan para penegak perintah-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. 3)

Dalam hal ini ahlul hadits lah golongan yang paling berhak mendapat kemenangan, karena mereka adalah golongan yang paling kuat hujjahnya, paling tahu tentang Al Qur’an, sebagaimana dikatakan oleh ‘Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Akan ada sekelompok orang yang mendebat kamu dengan syubhat-syubhat yang mereka ambil dari Al Qur’an, maka bungkamlah syubhat-syubhat mereka itu dengan sunnah (hadits-hadits Rasulullah), karena orang yang tahu tentang sunnah/hadits adalah orang yang paling tahu tentang kitabullah.” (diriwayatkan oleh Al Ajurri dalam Asy Syari‘ah hal. 48 dan kitab lainnya).

Sebab, merekalah yang paling tahu petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dari itu mereka merupakan orang yang paling teguh mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah. Oleh karena itu, orang-orang sekarang ini janganlah heran melihat kesepakatan ahli ilmu dalam menafsirkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Ath Thaifah Al Manshurah bahwasanya mereka adalah Ahli Hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فيِ الدِّيْنِوَ لَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتىَّ يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan atas dirinya maka Allah akan memberinya pemahaman dalam agama …. akan senantiasa umat ini selalu tegak di atas perintah Allah, tidak akan menyusahkan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah (hari kiamat)..!” 4) [Lihat kitab Al Jawabush Shahih II/180)

Tentu tidaklah samar bagi orang yang memiliki akal sehat, hubungan antara kalimat pertama (yaitu Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan atas dirinya maka Allah akan memberinya pemahaman dalam agama, pent) dengan kalimat yang kedua (yaitu akan senantiasa umatku yang selalu tegak di atas perintah Allah…., pent) hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini termasuk jawami’ul kalim beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. 5)

Jelaslah bahwa kelompok yang ditunjuk langsung oleh Allah dan Rasul-Nya untuk mendapat jaminan keselamatan dan pertolongan adalah ahlul hadits. Kalau begitu, siapa yang layak menjadi tempat kembali dan rujukan umat?

Sumber: Buku MEREKA ADALAH TERORIS, karya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet, ke-1, hal. 85-89, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian


1 Lihat Ahlul hadits hum Ath Thaifah Al Manshurah An Najiyah (36).

2 Ash Shahihah I/543-544.

3 Lihat Ash Shahihah I/545-546.

4 HR. Al Bukhari 71 & Muslim 1037.

5Untuk keterangan lebih detail silahkan lihat kitab Syaraf Ash-habil Hadits, karangan Al Khathib Al Baghdadi, ; Ash Shahihah karangan Asy Syaikh Al Albani, (hadits no, 270), dan Ahlul Hadits hum Ath Thaifah Al Manshurah An Najiyah karangan Asy Syaikh Rabi‘ bin Hadi Al Madkhali.

 675 kali dibaca,  4 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *