Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا (82)
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi obat dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. al-Isra’: 82)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata,
فالقرآن مشتمل على الشفاء والرحمة، وليس ذلك لكل أحد، وإنما ذلك للمؤمنين به، المصدقين بآياته، العاملين به، وأما الظالمون بعدم التصديق به أو عدم العمل به، فلا تزيدهم آياته إلا خسارًا
“Al-Qur`an itu mengandung obat dan rahmat. Akan tetapi, kandungan itu bukan untuk setiap orang. Itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang beriman, membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengamalkannya.
Adapun orang-orang zhalim, karena mereka tidak membenarkan atau tidak mau mengamalkannya, maka ayat-ayat itu tidak menambah kepada mereka kecuali kerugian belaka.”
[Taisirul Karimir Rahman, hal. 465]
![]()