Bagaimana Kita Berhusnuzhan (Baik Sangka) Kepada Allah Ta’ala?

Bagikan :

Pertanyaan:

Jelaskan kepada kami tentang sikap husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala!

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah (w. 1421 H) menjawab:

حسن الظن بالله أن الإنسان إذا عمل عملاً صالحاً يحسن الظن بربه أنه سيقبل منه

Husnuzhan kepada Allah, yaitu apabila seseorang beramal shalih, ia berbaik sangka kepada Rabbnya bahwa amalannya akan diterima.

إذا دعا الله عز وجل يحسن الظن بالله أنه سيقبل منه دعاءه ويستجيب له

Apabila berdoa kepada Allah ‘Azza Wajalla, ia berbaik sangka kepada Allah bahwa doanya akan diterima dan dikabulkan.

إذا أذنب ذنباً ثم تاب إلى الله ورجع من ذلك الذنب يحسن الظن بالله أنه سيقبل توبته

Apabila ia berbuat dosa, kemudian bertaubat kepada Allah dan rujuk dari dosa dan kesalahannya tersebut, ia berbaik sangka kepada Allah bahwa taubatnya akan diterima.

إذا أجرى الله تعالى في الكون مصائب يحسن الظن بالله، وأنه جل وعلا إنما أحدث هذه المصائب لحكم عظيمة بالغة

Apabila Allah Ta’ala menimpakan berbagai musibah di alam ini, ia berbaik sangka kepada-Nya bahwa Allah Jalla Wa’ala mengadakan dan menimpakan berbagai musibah tersebut karena adanya berbagai hikmah yang sangat agung.

يحسن الظن بالله في كل ما يقدره الله عز وجل في هذا الكون، وفي كل ما شرعه الله تعالى على لسان رسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم بأنه خير ومصلحة للخلق

Ia juga berbaik sangka kepada Allah pada segala sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah ‘Azza Wajalla di alam ini, dan segala hal yang disyariatkan oleh-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, itu semua merupakan kebaikan dan terdapat padanya maslahat bagi makhluk.

وإن كان بعض الناس لا يدرك هذه المصلحة، ولا يدرك تلك الحكمة مما شرع، ولكن علينا جميعاً التسليم بقضاء الله تعالى شرعاً وقدراً، وأن نحسن به الظن؛ لأنه سبحانه وتعالى أهل الثناء والمجد

Walaupun sebagian manusia tidak mengetahui wujud kemaslahatan dan hikmah dari syariat-Nya tersebut, namun kita semua wajib pasrah dan tunduk terhadap ketentuan Allah Ta’ala, baik terhadap syariat-Nya maupun takdir-Nya. Kita wajib berbaik sangka kepada-Nya, karena Dialah Subhanahu Wata’ala Dzat Yang layak mendapat pujian dan pemuliaan yang sempurna.

[Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, (6/5-6)]

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *