๐ Pertanyaan no. 1
๐ท๏ธ Kategori: Fikih Jual Beli
Pertanyaan pertama dari fatwa no. 19637
(Fatwa Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’)
Pertanyaan:
Apakah boleh bersumpah dalam jual beli, jika pelakunya dalam keadaan jujur?
Jawaban:
Bersumpah dalam jual beli hukumnya makruh (dibenci) secara mutlak. Sama saja apakah pelakunya berdusta (saat bersumpah) ataukah jujur.
Jika dia berdusta ketika bersumpah, maka hukumnya makruh dengan jenis __kruh tahrimย (diharamkan secara syariat). Dosanya lebih besar dan adzabnya lebih pedih, dan itu termasuk sumpah palsu.
Perbuatan tersebut walaupun menjadi sebab larisnya dagangan, namun hal itu akan melenyapkan keberkahan jual beli dan labanya.
Dalil yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุงูุญูู ู ูููุฉ ููุณูุนุฉุ ู ู ุญูุฉ ููุจุฑูุฉ
“Bersumpah (dalam jual beli) memang bisa melariskan dagangan, namun akan melenyapkan keberkahan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya, dan hadits ini adalah lafazh al-Bukhari. Lihatlah kitab Fathul Bari, (4/315)
Begitu pula hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
ุซูุงุซุฉ ูุง ูููู ูู ุงููู ููู ุงูููุงู ุฉุ ููุง ููุธุฑ ุฅูููู ุ ููุง ูุฒูููู ูููู ุนุฐุงุจ ุฃููู ูุงู: ููุฑุฃูุง ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุซูุงุซ ู ุฑุงุฑุ ูุงู ุฃุจู ุฐุฑ: ุฎุงุจูุง ูุฎุณุฑูุงุ ู ู ูู ูุง ุฑุณูู ุงูููุ ูุงู: ุงูู ุณุจูุ ูุงูู ูุงูุ ูุงูู ููู ุณูุนุชู ุจุงูุญูู ุงููุงุฐุจ
“Tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak bicara mereka di hari kiamat, tidak pula memandang mereka, tidak akan mensucikan mereka (dari kotoran dosa), dan bagi mereka adzab yang pedih.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakannya sebanyak tiga kali.
Abu Dzar berkata, “Sungguh mereka celaka dan merugi. Siapa saja mereka, wahai Rasulullah?”
Maka beliau menjawab: “Orang yang menjulurkan kainnya di bawah mata kaki, al-Mannan (orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya), dan orang yang melariskan dagangannya dengan cara bersumpah palsu (dusta).”
(HR. Muslim dalam shahihnya 1/102. Al-Imam Ahmad juga meriwayatkan semisal hadits ini dalam kitab musnadnya)
Adapun jika bersumpah dalam jual beli dan jujur dalam sumpahnya, maka ini perbuatan makruh dengan jenis makruh tanzih (tidak diharamkan, tetapi dianjurkan untuk ditinggalkan). Karena padanya terdapat upaya melariskan dagangan dan senang agar barang dagangan cepat laris dengan cara banyakย bersumpah, padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
ุฅูููู ุงูููุฐูููู ููุดูุชูุฑูููู ุจูุนูููุฏู ุงูููููู ููุฃูููู ูุงููููู ู ุซูู ูููุง ูููููููุง ุฃููููุฆููู ููุง ุฎูููุงูู ููููู ู ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ููููุง ูููููููู ูููู ู ุงูููููู ููููุง ููููุธูุฑู ุฅูููููููู ู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููููุง ููุฒูููููููู ู ููููููู ู ุนูุฐูุงุจู ุฃููููู ู
“Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak akan memperoleh bagian di akhirat. Allah tidak akan mengajak bicara mereka, tidak melihat mereka pada hari kiamat, tidak pula mensucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.”ย (QS. Ali Imran: 77)
Berdasarkan pula keumuman firman Allah Ta’ala,
ููุงุญูููุธููุง ุฃูููู ูุงููููู ู
“Jagalah sumpah-sumpah kalian.” (QS.Al-Maidah: 89)
Dan firman Allah Ta’ala,
ููููุง ุชูุฌูุนููููุง ุงูููููู ุนูุฑูุถูุฉู ููุฃูููู ูุงููููู ู
“Janganlah kalian menjadikan sumpah atas (nama) Allah sebagai penghalang (kebaikan).” (QS. Al-Baqarah: 224)
Begitupula keumuman dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah al-Anshari as-Sulami radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ุฅูุงูู ููุซุฑุฉ ุงูุญูู ูู ุงูุจูุนุ ูุฅูู ูููู ุซู ูู ุญู
“Hati-hatilah kalian dari banyak bersumpah dalam jual beli, karena sumpah itu akan melariskan dagangan, kemudian akan melenyapkan (berkahnya).” (HR. Muslim dalam shahihnya, Ahmad dalam Musnadnya, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
Taufik hanyalah milik Allah. Semoga shalawat dan salam tercurahkan atas Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya.
๐ Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta – 1 (10/13)
Ketua : Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota : Asy-Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh
Anggota : Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan
Anggota : Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid
![]()