Ayo… Agungkan Kedudukan Sholat (bagian 2)

Bagikan :

Mengapa kami memilih tema ini?

Setiap insan yang beriman pasti sadar, bahwa dirinya sangat membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dalam setiap urusannya. Dia yakin bahwa dirinya tidak akan mampu menegakkan berbagai amal sholeh dan ibadah kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-Nya. Dia juga yakin bahwa dirinya tidak akan mampu menjauhi kemungkaran dan kemaksiatan kecuali dengan pertolonganNya pula.

Berapa banyak amal ketaatan yang kita tidak mampu atau bermalas-malasan melakukannya. Berapa banyak ibadah yang kita tinggalkan, begitu pula berapa banyak kemungkaran dan kemaksiatan yang masih memenuhi hidup kita, keluarga dan anak-anak, serta masyarakat kita. Berbagai perbuatan keji, baik yang dilakukan oleh lisan maupun anggota badan kita yang masih kita lakukan. Sungguh kita tidak akan mampu meninggalkan atau menjauhi semua itu kecuali dengan pertolongan-Nya.

Maka perlu kita ketahui bahwa di antara sebab seseorang mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dalam semua urusannya adalah dengan menegakkan sholat dan berkomitmen untuk selalu menjaganya. Demikian Allah Subhanahu Wata’ala sebutkan dalam ayat-Nya,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Kemudian Allah Subhanahu Wata’ala mengulangi kembali dalam ayat-Nya yang lain,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Albaqarah: 153)

Pengulangan ayat di atas mengandung penegasan tentang pentingnya kedudukan dan manfaat sholat bagi seorang muslim.

Wahai saudaraku,

Kita sadar, masih banyak amal ketaatan dan ibadah yang kita masih bermalas-malasan untuk mengamalkannya. Masih banyak pula kemungkaran dan perbuatan keji yang masih sulit untuk kita tinggalkan. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dengan menegakkan sholat secara sempurna dan jujur, maka Allah Subhanahu Wata’ala akan menolong kita, keluarga, dan anak-anak kita semua untuk bersegera meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan tersebut.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam ayat-Nya,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah, seorang pakar tafsir tersohor yang wafat pada tahun 774 H, mengatakan,

“Kemudian Allah berkata saat memerintahkan Rosul-Nya, dan juga kaum mukminin, untuk serius melakukan tilawah terhadap Al-Qur’an, yaitu dengan serius membacanya dan menyampaikannya kepada umat manusia, (kemudian Allah berkata), “… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Maksudnya adalah bahwasanya sholat mengandung 2 perkara (manfaat):

  1. Membantu orang yang menegakkannya secara sungguh-sungguh untuk meninggalkan berbagai perbuatan keji dan mungkar.
  2. Bahwa sholat itu mengandung dzikir (khusyu’) kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan itu adalah tuntutan terbesar yang Allah Subhanahu Wata’ala minta dari seseorang yang menegakkan sholat.”

(Selesai penukilan secara ringkas dari Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah)

Saudaraku seiman,

Kami yakin, kita semuanya, -baik sebagai pribadi maupun masyarakat di negeri yang kita cintai ini-, ingin segera meninggalkan kemaksiatan dan berbagai perbuatan keji yang masih banyak mewarnai kehidupan ini. Dengan harapan agar kita segera mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala untuk menjadikan diri dan anak-anak kita, serta masyarakat dan negeri ini sebagai hamba-hamba-Nya yang shalih, diliputi dengan keamanan, limpahan berkah, dan curahan rahmah.

Untuk meraih itu semua, mari kita hormati dan muliakan ibadah sholat. Mari kita tegakkan rukun Islam yang kedua ini sesempurna mungkin sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Bersambung in syaa Allah..

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *