Penjelasan Para Ulama Bahwa Berjihad Membela Sunnah dan Memerangi Bid’ah Adalah Lebih Utama Daripada Berperang Melawan Orang Kafir

Bagikan :

Para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidak mentolerir sedikitpun orang-orang yang menyimpang dari manhaj salaf. Bahkan mereka memandang jihad melawan ahli bid’ah adalah jihad yang terbesar. Sebagaimana ditegaskan oleh Yahya bin Yahya 1), guru Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, “MEMBELA SUNNAH LEBIH UTAMA DARIPADA JIHAD (perang melawan orang kafir!)” [Majmu’ Al Fatawa IV/13].

Al-Imam Al-Harawi meriwayatkan dengan sanad beliau dari Nashr bin Zakariya, ia berkata, “Saya mendengar Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli 2) berkata, “Saya mendengar Yahya bin Yahya berkata, “Membela sunnah lebih utama daripada jihad fi sabilillah!”

Muhammad bin Yahya berkata (keheranan), “Seorang mujahid telah menyerahkan hartanya, mengerahkan kekuatannya dan berjihad di jalan Allah lantas (bagaimana mungkin) pembela sunnah itu lebih utama daripadanya?”

Yahya bin Yahya menjawab, “BENAR, BAHKAN (PEMBELA SUNNAH) JAUH LEBIH UTAMA!” [Dzammul Kalam lembaran A-111].


Baca Juga: Ebook: Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij


Al-Humaidi 3), salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari, berkata, “Demi Allah, aku lebih suka menyerang orang-orang yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada menyerang sebanyak itu tentara At-Turk.” [diriwayatkan oleh Al Harawi melalui sanadnya sendiri dalam Kitab Dzammul Kalam (288-Syibl)], maksud tentara At-Turk di sini adalah tentara Kafir.

Ashim bin Syumaikh mengatakan, “Saya bertemu dengan Abu Sa‘id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu saat beliau sudah lanjut usia dan tangan beliau sudah gemetaran. Beliau berkata, “Memerangi mereka (yaitu khawarij) menurutku lebih utama daripada memerangi tentara (kafir) Al-Atrak” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (XV/303) dan Ahmad (III/33)]

Oleh sebab itu ketika membicarakan hadits Abu Sa‘id tentang perintah memerangi khawarij, Ibnu Hubairah berkata : “Dalam hadits ini dijelaskan bahwa memerangi kaum khawarij lebih utama daripada memerangi kaum musyrik. Hikmahnya, menumpas kaum khawarij ini adalah untuk menjaga eksistensi Islam. Sementara memerangi ahli syirik adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi Islam. Menjaga keutuhan dan eksistensi tentu lebih utama.” [Fathul Bari karya Ibnu Hajar (XII/410]

Abu ‘Ubaid Al Qasim bin Sallam berkata, “Orang yang memegang sunnah ibarat memegang bara api. MENURUTKU SEKARANG INI MEMPERTAHANKAN SUNNAH ITU LEBIH UTAMA DARIPADA MENGAYUNKAN PEDANG BERPERANG FI SABILILLAH.[Tarikh Baghdad (XII/410)]


Baca Juga: Cara-cara Batil Penegakan Daulah Islamiyah


Ibnul Qayyim berkata, “JIHAD DENGAN HUJJAH DAN LISAN LEBIH DIDAHULUKAN DARIPADA JIHAD DENGAN PEDANG DAN TOMBAK.” [Syarah Qashidah An Nuniyyah oleh Muhammad Khalil Haras (I/12) dan silahkan lihat juga Al Jawabus Shahih oleh Ibnu Taimiyyah (I/237)]

Ibnul Qayyim juga berkata, “Jihad dengan ilmu adalah jihadnya para Nabi dan rasul-Nya, dan orang-orang pilihan dari kalangan hamba-Nya yang mendapat karunia taufiq dan hidayah.” 4)

Al-Khathib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Sungguh saya mengetahui (memahami) satu bab dari ilmu, baik (tentang) perintah maupun larangan, lebih aku sukai daripada 70 kali pertempuran fi sabilillah.5)

Sumber: Buku MEREKA ADALAH TERORIS, karya Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh, cet, ke-1, hal. 117-120, dengan beberapa perubahan dan penyesuaian


1 Yahya bin Yahya bin Bukair bin Abdurrahman At Tamimi Abu Zakariya An Naisaburi. Beliau adalah salah seorang imam besar di zamannya. Ibnu Hibban menyatakan : Yahya adalah tokoh besar di zamannya baik dalam hal ilmu, agama, keutamaan, ibadah, dan itqan. Abu Ahmad Al Farra’ juga menyatakan : beliau adalah Imam, tauladan, cahaya dan penerang dalam Islam. Qutaibah bin Sa‘id menyatakan : Yahya bin Yahya adalah seorang yang shalih, salah seorang imam muslimin yang terkemuka.

2 Muhammad bin Yahya bin Abdullah Adz Dzuhli Al Hafizh Abu Abdillah An Naisaburi. Beliau juga salah seorang tokoh dan imam terkemuka pada masanya. Abu Hatim menegaskan bahwa beliau adalah seorang imam pada zamannya, imam kaum muslimin yang terkemuka. Demikian juga ditegaskan oleh para ‘ulama yang lain.

3 Abdullah bin Az Zubair bin ‘Isa Al Qurasy Al Humaidi Al Makki. Al Imam Ahmad menyatakan bahwa beliau termasuk salah seorang Imam (yang disegani, pent). Ishaq bin Rahawaih berkata : Para Imam pada zaman kami adalah : Al Imam Asy Syafi’i Al Imam Al Humaidi, dan Al Imam Abu ‘Ubaid.

4 Lihat muqaddimah Al Kafiyah Asy Syaf’iyyah hal. 19

5 Lihat Al ‘Ilmu oleh Ibnul Qayyim (no. 80)

 912 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *