Surah al-Fatihah merupakan surah pertama dalam al-Qur’an yang secara etimologis artinya adalah pembuka. Surah ini memiliki banyak nama yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam dan masing-masing dari nama tersebut mengandung makna yang sangat dalam, yang sekaligus sebagai dalil tentang fadhilah (keutamaan) surat al-Fatihah.
Beberapa nama tersebut antara lain:
- Al-Fatihah yang artinya adalah pembuka.
Penamaan ini karena beberapa sebab, yaitu:
– Surah ini sebagai surah pertama secara penulisan dalam mushaf al-Qur’an.
– Surah ini sebagai pembuka bagi surah-surah lainnya.
– Al-Fatihah juga sebagai surah pembuka yang dibaca pada setiap rakaat shalat sebelum membaca surah-surah yang lain. - As-Sab’ul Matsani, artinya adalah tujuh ayat yang selalu dibaca secara berulang-ulang pada setiap rakaat dalam shalat, baik shalat lima waktu maupun yang lainnya¹. Sebagian pakar tafsir menyebutkan adanya beberapa sebab lainnya untuk penamaan ini.
- Ummul Qur’an dan Ummul Kitab² artinya adalah induk al-Qur’an.
- Al-Qur’anul ‘Azhim
- Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin atau disebut juga surah al-Hamdu³
- Surah al-Fatihah juga disebut dengan ash-Shalah, yang artinya adalah shalat. Penamaan ini datang dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam.⁴ Sebagian ulama tafsir menyebutkan bahwa penamaan ini diberikan karena membaca al-Fatihah adalah salah satu rukun penting shalat, yang tidak sah shalat seseorang apabila tidak membacanya.⁵
- Surah ar-Ruqyah,⁶ artinya adalah surah yang dapat digunakan atau mujarab sebagai bacaan dalam meruqyah orang yang sakit.
Itulah beberapa nama surah al-Fatihah yang dapat kami sebutkan dalam tulisan ringkas ini.
____________
¹ Sebagaimana disebutkan pada ayat ke 87 surah al-Hijr:
وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.”
² Penamaan Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan juga as-Sab’ul Matsani datangnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam sabda beliau,
الْحَمْدُ لِلَّهِ أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي.
“(Surah) Alhamdulillahi (surah al-Fatihah), dia adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan juga as-Sab’ul Matsani.”
[HR. Al-Imam Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan al-Baihaqi, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu]
Kalau kita perhatikan, terdapat empat nama sekaligus untuk surah al-Fatihah yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits di atas.
Dalam riwayat hadits lainnya, masih dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:
أُمُّ الْقُرْآنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ.
“Ummul Qur’an, dia adalah as-Sab’ul Matsani dan al-Qur’anul ‘Azhim.”
[HR. Al-Imam al-Bukhari pada bab tentang makna ayat 87 surah al-Hijr]
³ Dalil dua nama ini (poin d dan e) adalah sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam saat beliau berkata kepada sahabat yang bernama Abu Sa’id ibnul Mu’alla radhiyallahu ’anhu,
أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ قَبْلَ أَنْ أَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ.
فَذَهَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ فَذَكَّرْتُهُ، فَقَالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ. هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي، وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ.
“Sungguh aku akan mengajarkan kepadamu tentang surah paling agung dalam al-Qur’an sebelum aku keluar meninggalkan masjid.”
Kemudian beliau hendak pergi meninggalkan masjid, maka akupun mengingatkan beliau.
Kemudian beliau berkata, “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, dia adalah as-Sab’ul Matsani dan al-Qur’anul ‘Azhim yang telah diberikan (oleh Allah) kepadaku.”
[HR. Al-Imam al-Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Majah dan an-Nasai]
⁴ Dalil penamaan ini adalah sebuah hadits qudsi, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِي عَبْدِي وَإِذَا قَالَ ( الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ) قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي. وَإِذَا قَالَ ( مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ) قَالَ مَجَّدَنِي عَبْدِي فَإِذَا قَالَ ( إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ) قَالَ هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ ( اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ) قَالَ هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ.
“Allah Ta’ala berfirman, “Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Jika dia mengucapkan (Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin), maka Allah berkata, “Sungguh hamba-Ku ini telah memuji-Ku.” Jika dia mengucapakan (Arrahmanirrahim), maka Allah berkata, “Sungguh hamba-Ku ini telah menyanjung-Ku.” Jika dia mengucapkan (Malikiyaumiddin), maka Allah berkata, “Sungguh hamba-Ku ini telah mangagungkan-Ku.” Jika dia mengucapkan (Iyyakana’budu waiyyakanasta’in), maka Allah berkata, “Ini adalah hubungan antara Aku dan hamba-Ku ini, maka untuknya apa saja yang dia minta.” Jika dia mengucapkan (Ihdinashshirathal mustaqim … waladhdhallin), maka Allah berkata, “Ini adalah untuk hamba-Ku dan untuknya apa saja yang dia minta.”
[HR. Al-Imam Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
⁵ Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ.
“Tidak sah shalat bagi yang tidak membaca surah al-Fatihah.”
[Muttafaqun ‘Alaihi, dari sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu]
⁶ Dalil penamaan ini adalah hadits yang mengkisahkan salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang meruqyah seorang pimpinan kabilah yang sedang sakit parah akibat sengatan kalajengking berbisa. Dalam ruqyahnya, sahabat Nabi tersebut membacakan surah al-Fatihah. Setelah peristiwa itu disampaikan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, maka beliau membenarkan tindakan ruqyah tersebut seraya menyebut surah al-Fatihah dengan sebutan Ruqyah.
Kisah ini disebutkan oleh al-Imam al-Bukhari dan al-Imam Muslim dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ’anhu.
![]()